Sabtu, 12 Desember 2015

TEMU KELEMBAGAAN DALAM RANGKA PERINGATAN HARI NUSANTARA KE-15

Dalam rangka membangun jati diri sebagai bangsa maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia serta mensinergikan wawasan dan isu strategis pembangunan kelautan dan perikanan melalui penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan, Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan, Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat KP melaksanakan Temu Kelembagaan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dan Temu Karya Penyuluh Perikanan sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Nusantara ke-15 di Banda Aceh, Provinsi Aceh.
Temu Kelembagaan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dan Temu Karya Penyuluh Perikanan diselenggarakan pada tanggal 12 Desember 2015 yang bertempat di Aula Bappeda Provinsi Aceh, Jalan Tgk. H. Mohd. Daud Beureueh No. 26 Banda Aceh.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Temu Kelembagaan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dan Temu Karya Penyuluh Perikanan, meliputi :
1.        Pembukaan dan sambutan sekaligus arahan dari Kepala Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan.
2.        Diskusi Panel empat narasumber dengan materi :
-          Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan Nasional dan Pemberdayaan Masyarakat KP Menuju Kedaulatan, Keberlanjutan, dan Kesejahteraan Bangsa. (oleh Ka. Pusluhdaya dan Pemberdayaan Masyarakat KP),
-          Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan Antisipasi UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (oleh KPPN),
-          Dukungan Pemberdayaan Masyarakat KP melalui kemudahan akses modal/sosialisasi program jaring (oleh OJK/Perbankan),
-          Kesiapan Pemerintah Daerah dalam kekinian implementasi penyelenggaraan penyuluhan perikanan nasional dan pemberdayaan masyarakat KP (oleh Pemprov Aceh).
Sistem penyelenggaran penyuluhan kelautan dan perikanan perlu ditata kembali dengan mengedepankan upaya pemberdayaan dan menyejahterakan masyarakat nelayan dan masyarakat perikanan.
Resume hasil diskusi panel :
1.      Penyuluh perikanan diserahkan ke daerah oleh Menteri KKP dalam bentuk SK kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat di daerah, mengingat bahwa urusan penyuluhan ada di Pusat (sesuai UU 23/2014).
2.      Gubernur menindaklanjuti dengan (Pergub/SK Gubernur) tentang penyelenggaraan penyuluhan sesuai SK Menteri KKP.
3.      Pedoman Penempatan Penyuluh di kabupaten/kota disesuaikan dengan pemetaan potensi perikanan se wilayah provinsi dengan memanfaatkan Kelembagaan Penyuluhan Perikanan di kabupaten/kota sebagai Posko Penyuluhan Perikanan.

Selasa, 20 Januari 2015

Lowongan Kerja menjadi Penyuluh Perikanan Bantu

Lowongan Kerja menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) 2015.
Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan.
Informasi lebih lanjut silahkan klik link berikut :
http://pusluh.kkp.go.id/index.php/arsip/c/1815/?category_id=1

Jumat, 12 Desember 2014

Gelar Teknologi Percontohan Udang Galah Dalam Rangkaian Peringatan Hari Nusantara 2014


Dalam rangka mensukseskan Peringatan Hari Nusantara yang ke-14 Tahun 2014 di Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kotabaru, Penyuluh Perikanan Kab. Kotabaru, serta Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Maju Bersama” menyelenggarakan Gelar Teknologi Percontohan Udang Galah.
Udang merupakan salah satu produk unggulan Indonesia dan diprediksi permintaan pasar akan terus meningkat. Dengan potensi lahan budidaya yang cukup besar, Indonesia menghadapi tantangan dalam hal budidaya udang, terutama dari sisi teknis. Sehingga perlu dilakukan tindakan secara strategis yang melibatkan seluruh stakeholder dalam dunia usaha budidaya udang, yaitu pelaku utama, pengusaha, asosiasi, pemangku kebijakan, perbankan, dan lembaga swadaya masyarakat.
Wilayah Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru adalah wilayah dengan kondisi suhu yang baik untuk budidaya udang.  Budidaya udang merupakan suatu komoditi pasar yang sedang berkembang, sekalipun banyak jenisnya namun ada beberapa yang menjadi incaran pasar internasional pada saat ini diantaranya Udang Windu (Panaeus monodon) dan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii), jenis dan harga pun bersaing dipasaran.
Melihat potensi alam dan peluang pasar yang masih terbuka lebar, kegiatan percontohan/uji coba budidaya Udang Galah yang diprakarsai oleh Set.Bakorluh Kalsel, dimulai dari bulan Agustus 2014 di Pokdakan “Maju Bersama” Desa Gunung Sari, Kec. Pulau Laut Utara, Kab. Kotabaru.
Berkat semangat kerja yang tinggi dan pendampingan yang intens dari Penyuluh Perikanan yang mewilayahi daerah tersebut, udang galah dapat dipanen bertepatan dengan Rangkaian Peringatan Hari Nusantara 2014, dilakukan Kegiatan Gelar Teknologi Udang Galah, pada  Hari Jumat Tanggal 12 Desember 2014 yang dihadiri oleh :
1.       Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia,
2.       Kepala Pusat Penyuluhan KP,
3.       Sekretaris DJPB,
4.       Komisi Penyuluhan Perikanan Nasional,
5.       Sekretaris Bakorluh Kalsel,
6.       Kepala BBAT Mandiangin,
7.       Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kotabaru
8.       Kepala BKP5K Kab. Kotabaru,
9.       Penyuluh Perikanan Kalsel dan Kalteng, serta
10.   Pelaku utama perikanan Kab. Kotabaru.
Setelah panen dilakukan, dilanjutkan dengan acara Temu Wicara antara Penyuluh dan Pelaku Utama Perikanan dengan para Narasumber yang dimoderatori oleh Rusdi Hartono, MP. (Kabag. Kerjasama dan Layanan Informasi Set.Bakorluh Kalsel).

Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat khususnya bagi para Pembudidaya Udang di WKPP P. Laut Utara , sehingga dapat menumbuh kembangkan rutinitas kegiatan secara positif yang berdampak pada pertumbuhan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Senin, 27 Oktober 2014

Ratusan Ton Ikan Mati di Sekitar Perairan Waduk Riam Kanan Aranio, Kab. Banjar, Kalsel

Selain kabut asap, ada permasalahan tahunan yang dihadapi warga Kalimantan Selatan khususnya para pembudidaya ikan di Kecamatan Aranio dan Karang Intan, Kabupaten Banjar, disaat musim kemarau panjang seperti sekarang ini.
Ratusan ton ikan mati di karamba jaring apung (KJA)kawasan perairan waduk Riam Kanan Kabupaten Banjar. Kawasan KJA yang memanjang kurang lebih 40 km, yang didominasi ikan nila, mas, dan baung, di sepanjang perairan waduk Riam Kanan, selama tiga hari terakhir mengalami penurunan permukaan air yang sangat drastis, sehingga kadar amoniak di dasar perairan naik, kemudian mengalami kekurangan oksigen. Hal ini diperkirakan yang menyebabkan ratusan ton ikan mengapung di permukaan dan akhirnya mati seketika.
Menurut salah satu pembudidaya ikan di Aranio, fenomena seperti ini memang sering terjadi setiap musim kemarau datang, akan tetapi dari 8 tahun terakhir, ini merupakan yang terparah yang dialaminya, hampir semua ikan yang dipelihara dari ukuran benih sampai ukuran konsumsi mati semua.
Hal ini dibenarkan oleh penyuluh perikanan yang mewilayahi Kecamatan Aranio. Dalam waktu 2 hari saja,puncaknya pada hari Jumat (24/10/2014)kemarin, ikan yang mati sampai 100 ton, itu ikan yang sudah siap dikonsumsi, apabila dikalkulasi dengan harga ikan di karamba Rp 23.000/kg, kerugian para pembudidaya ikan dalam waktu 2 hari saja mencapai 2,3 M.

Para pembudidaya berharap, pemerintah setempat dan pihak-pihak yang terkait baik dari Kabupaten maupun Provinsi dapat segera mengambil langkah/solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Sehingga kematian ikan tidak berlanjut sampai bagian hilir sungai, karena tidak menutup kemungkinan ini dapat menular melalui air yang mengalir. Dan semoga kejadian ini tidak terulang kembali di musim kemarau mendatang.

Rabu, 22 Oktober 2014

Apresiasi Penilaian DUPAK Penyuluh Bagi Tim Penilai DUPAK Se-Kalimantan Selatan




Banjarbaru, 22 Oktober 2014, Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Pertemuan Apresiasi  Penilaian DUPAK Penyuluh Bagi Tim Penilai DUPAK Se-Kalimantan Selatan. Bertempat di Hotel Rahayu, Jalan A. Yani No. 34 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Berlangsung dari tanggal 22 Oktober sampai dengan 24 Oktober 2014. Peserta dalam Pertemuan Apresiasi  Penilaian DUPAK Penyuluh Bagi Tim Penilai DUPAK Se-Kalimantan Selatan berjumlah 70 orang, terdiri dari Tim Penilai tingkat kab/kota se-Kalsel, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kab/kota  se-Kalsel, dan bagian/bidang yang menangani penyuluhan di tingkat kab/kota, serta perwakilan penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.
Pertemuan Apresiasi  Penilaian DUPAK Penyuluh Bagi Tim Penilai DUPAK Se-Kalimantan Selatan, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Bakorluh Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. H. Nor Efrani. Dalam sambutannya, Sekretaris Bakorluh Kalsel menyampaikan bahwa yang melatarbelakangi diselenggarakannya Pertemuan Apresiasi  Penilaian DUPAK Penyuluh Bagi Tim Penilai DUPAK Se-Kalimantan Selatan adalah masih beragamnya proses penilaian Angka Kredit  bagi penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan di kab/kota yang ada di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, Pertemuan Apresiasi  Penilaian DUPAK Penyuluh Bagi Tim Penilai DUPAK Se-Kalimantan Selatan bertujuan untuk menyamakan persepsi penilaian Angka Kredit bagi penyuluh, sehingga tidak ada hambatan atau permasalahan bagi para penyuluh untuk naik pangkat.

Narasumber dalam Pertemuan Apresiasi  Penilaian DUPAK Penyuluh Bagi Tim Penilai DUPAK Se-Kalimantan Selatan yakni dari Badan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, dengan materi Tata Cara Penilaian Angka Kredit Penyuluh Pertanian; Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan materi Tata Cara Penilaian Angka Kredit Penyuluh Perikanan; Badan Pengembangan SDM Kehutanan Kementerian Kehutanan, dengan materi Tata Cara Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan; dan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VIII Banjarmasin, dengan materi Kenaikan Pangkat Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.

Selasa, 21 Oktober 2014

Pembekalan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dalam Rangka Pembinaan Penyuluh Swadaya


Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Kelompok Jabatan Fungsional Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Selatan, Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi Kalimantan Selatan memfasilitasi kegiatan Pembekalan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dalam Rangka Pembinaan Penyuluh Swadaya. Bertempat di Hotel Qarina,  Jalan Panglima Batur Barat No. 49 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berlangsung selama 3 hari dari tanggal 21 Oktober sampai dengan 23 Oktober 2014.
Peserta kegiatan Pembekalan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dalam Rangka Pembinaan Penyuluh Swadaya berjumlah 45 orang, terdiri dari KJF Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan yang ada di Provinsi; dan KJF Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan yang ada di Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan.
Pembekalan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dalam Rangka Pembinaan Penyuluh Swadaya dibuka secara resmi oleh Sekretaris Bakorluh Kalsel, Ir. H. Nor Efrani.
Narasumber dalam kegiatan Pembekalan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dalam Rangka Pembinaan Penyuluh Swadaya dari Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan (Kebijakan Penyuluhan Pertanian), Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan KKP (Kebijakan Penyuluhan Perikanan), Sekretaris Bakorluh Kalsel (Kebijakan Pembinaan Penyuluh Swadaya), Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang (Persiapan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian).
Dalam sambutan sekaligus pemberian materi dari Sekretaris Bakorluh Kalsel, disampaikan bahwa sebelum KJF yang ada di Kabupaten/Kota membina para penyuluh swadaya yang ada di wilayah kerjanya, terlebih dahulu KJF memahami tugas dan fungsi KJF itu sendiri. Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Bakorluh Kalsel memberikan tugas secara langsung kepada para peserta untuk membuat draft tugas dan fungsi KJF Kabupaten/Kota (diskusi kelompok).

Dari hasil diskusi kelompok peserta Pembekalan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dalam Rangka Pembinaan Penyuluh Swadaya, diperoleh 16 butir kesepakatan tentang tugas dan fungsi KJF Kabupaten/Kota. Hasil akhir diskusi kelompok pembekalan bagi KJF tentang tugas dan fungsi KJF Kabupaten/Kota dapat diunduh disini.