Kamis, 04 Januari 2018

PEMIJAHAN IKAN ARWANA

PERSIAPAN INDUK
Calon induk berumur 5-6 tahun. Panjang tubuh 60 cm dan bobot sekitar 4 kg. Agar menghasilkan anakan yang murni dan berkualitas, strain kedua calon induk harus sama. Hindari meyatukan ikan berbeda strain dalam satu kolam Syarat lain, calon induk sehat dan bebas penyakit. Ikan cacat bungkuk tidak layak dijadikan induk. Sebab, perut mengerut sehingga kualitas sel telur kurang baik dan mudah mati. Yang juga dihindari sebagai induk ikan bertutup insang tidak menututup sempurna, terutama pada induk jantan. Sebab, ia kesulitan mengerami telur didalam mulut. Cacat lain seperti sungut terputus, ekor patah, atau sisik berdiri masih layak. Sebab, tidak mempengaruhi kualitas telur dan anakan. Hingga saat ini belum ada satu pun penakar yang bisa menentukan jenis kelamin arwana secara akurat. Dari pengamatan bertahun-tahun, beberapa penangkar berpengalaman memberikan beberapa criteria penentuan jenis kelamin.
Arwana jantan: bertubuh lebih panjang dan ramping, kepala besar, mulut agak lebar, dada dan sirip dada lebih panjang, serta sirip punggung menyempit.
Arwana Betina: tubuh lebih pendek, lebar, dan agak gemuk, kepala meruncing dengan mulut lebih kecil, dada dan sirip dada lebih pendek, dan sirip punggung melebar.
Hampir tidak ada pedagang yang menjual induk siap pijah berumur di atas 5 tahun. Kebanyakan calon penakar mendapatkan induk dari hobiis yang bosen dengan arwana dewasa. Karena langka, calon penangkar harus menyiapkan calon induk dari ukuran kecil. Mereka mesti menunggu waktu 4-5 tahun. Keuntungannya, harga lebih murah dan kualitas terjamin. Pembesaran calon induk sebaiknya bertahap. Selain disesuaikan dengan ruang gerak dan aktivitas ikan, cara ini juga mempermudah pemeliharaan dan perawatan. Calon induk berumur dibawah dua tahun, atau panjang dibawah 30-35 cm dipelihara diakuarium 60 cmx 60 cm x 120 cm, atau 80 cm x 70 cm x 150 cm. Setiap akuarium diisi 5- 10 ekor. Yang berukuran lebih besar di pelihara dibak fiber 2 m x 1 m x 1 m hingga berumur 5 tahun. Kepadatan sebuah bak 4 – 5 ekor. Pakan induk arwana berupa kodok, ikan kecil,kelabang, kecoak,dan udang. Ikan segar seperti teri juga bisa diberikan. Sebelum diberikan kepada arwana, kodok yang baru dibeli ditampung dalam bak fiber untuk dicuci bersih. Dosis pakan 1-2 kg/hari/20 induk. Satwa amfibi itu diberikan dengan cara dilempar satu per satu hingga habis tersantap. Pemberian pakan sebaiknya pada sore hari pukul 16.30 agar ikan mau naik ke permukaan untuk menyantap pakan.

PEMIJAHAN DAN PENETASAN
Setiap tahun arwana 2 kali memijah. Namun, jumlah telur dan masa birahi induk mencari pasangan dengan cara saling berkejaran satu dengan yang lain. Pasangan berjodoh akan berenang berduaan dipinggir kolam dan memisahkan diri dari kelompok sampai saat berpijah. Untuk menjaga pasangannya, induk berjodoh akan melawan jika ada induk lain yang mendekat. Jika masa pendekatan selesai, pasangan siap kawin. Namun, proses pemijahan tidak berlangsung begitu saja. Daya rangsang luar seperti curah hujan, suhu, pH, dan kondisi air mengalir akan mempengaruhi induk betina melepas sel telur. Arwana memijah setelah 2-3 hari hujan sehingga suhu air turun menjadi sekitar 27oC. Setelah itu tidak ada hujan selama 2-3 minggu sampai suhu air meningkat menjadi 29oC. Begitu betina mengeluarkan telur, jantan segera menyemprotkan sperma. Proses itu berlangsung di dasar kolam selama 20-30 menit. Telur di buahi akan diambil dan disimpan di dalam mulut si jantan. Induk betina akan menjaga dan melindungi jantan dari gangguan di sekitarnya. Proses pemijahan hingga pembuahan berlangsung 3 bulan. Sedangkan masa pengeraman di dalam mulut 40-41 hari. Selama itulah induk jantan berpuasa. Ukuran mulut jantan menjadi lebih besar dan rahang bawah menggelembung. Hingga menetas larva tetap tersimpan dalam mulut induk jantan. Setelah mampu berenang pada umur sekitar 2 minggu, larva dimuntahkan keluar dari mulut si jantan. Jika ini dibiarkan larva yang baru menetas dapat dimakan kembali oleh si induk atau di mangsa arwana lain. Karena itu larva perlu di panen paksa sebelum masa pengeraman berakhir.

Produktivitas
Induk yang produktif setelah berumur 4 tahun. Perbandingan jantan dan betina 1 : 1. Induk yang dipakai biasanya berasal dari alam (parent stock) atau dari anakan F I. Tanda – tanda induk yang berjodoh akan berenang berduaan dan memisahkan diri dari kelompok sampai saatnya berpijah. Arwana bukanlah ikan yang prolific (banyak telur).Itulah sebabnya ikan ini termasuk yang dikhawatirkan punah, setiap tahun seekor induk rata – rata hanya menghasilkan anak 30 ekor.Pernah mencapai 60 ekor/induk/tahun tetapi kasus tersebut umumnya sangat jarang.
Untuk menghitung produktivitas induk arwana sebenarnya tidaklah sulit. Jika seekor induk betina hanya mampu menghasilkan 40 – 60 butir telur setahun, maka sejalan dengansurvival rate pada setiap stadium, maka setelah 3 bulan hanya tersisa 6 – 27 ekor anakan arwana yang siap dilepas kepasaran.

Sumber :
Suharyadi, 2011. Budidaya Ikan Arwana. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Nomor: 007/TAK/BPSDMKP/2011. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan BPSDMKP.

PUSTAKA:
Effendi,I. 2004. Pengantar Akuakultur. PT Penebar Swadaya. Depok
Emiliana, 2003. Arwna si Ikan Naga. Agromedia pustaka. Jakarta
Budi,E.K. 2009. Ensiklopedia popular ikan air tawar. Lily publisher. Yogyakarta
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. budidaya perikanan arwana merah. Diambil pada tanggal 20 november 2011 dari http://www.warintekjogja.com/warintek/ warintekjogja/warintek_v3/datadigital /bk/arwana.pdf
Susanto, H. 2001. Arwana. Penebar swadaya. Jakarta.
Trubus. 2002. Panduan praktis tangkarkan arwana kualitas ekspor. Majalah trubus. Jakarta

Rabu, 03 Januari 2018

SEKILAS TENTANG IKAN ARWANA

KLASIFIKASI DAN TOKSONOMI IKAN ARWANA
Arwana atau Arowana (familia Osteoglossidae) merupakan ikan air tawar purba yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari Afrika, Asia Tenggara, Australia hingga Amerika Selatan. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu.

Menurut sistematika ilmu taksonomi (identifikasi organism berdasarkan kelasnya) ternyata arwana tidak hanya digolongkan dalam satu genus. Ada empat genus yang dikenal tetapi yang lazim dan banyak diperdagangkan hanya dua genus yaitu Scleropages dan Osteoglossum. Sementara itu arwana asia sering disebut ikan naga, ikan kayangan atau ikan siluk karena berasal dari genus Scleopages. Berikut adalah klasifikasi ikan arwana:
Filum               : Chordata
Subfilum          : Vertebrata
Kelas                : Pisces
Sub Kelas         : Teleostei
Ordo                : Malacopterygii
Famili              : Osteoglossidae (Bonytongues)
Genus              : 1. Arapaima Spesies : Arapaima gigas (giant arwana)
  2. Osteoglossum Spesies : Osteoglossum bicirrbosum
      Spesies : Osteoglossum ferreirai
  3. Scleropages Spesies : Scleropages formosus
      Spesies : Scleropages guntberi
      Spesies : Scleropages Leicbardti
      Spesies : Scleropages Jardini
  4. Clupisudis Spesies : Clupisudis nilot/Heterotis Nilotic (nile arowana)

Secara morfologis (ciri-ciri fisik),badan dan kepala arwana agak padat. Tubuhnya pipih dan punggungnya datar, hampir lurus dari mulut hingga sirip punggung. Garis lateral atau gurat sisi yang terletak di samping kiri dan kanan tubuh arwana panjangnya antara 20-24 cm. bentuk mulutnya mengarah keatas dan mempunyai sepasang sungut pada bibir bawah. Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup kokoh.Giginya berjumlah 15-17.Bagian insangnya di lengkapi dengan penutup insang. Letak sirip punggungnya berdekatan dengan pangkal sirip ekor (caudal). Sirip anusnya lebih panjang dari pada sirip punggung (dorsal), hampir mencapai sirip perut (ventral).Panjang arwana arwana dewasa sangat variatif, antara 30-80 cm.
Sisiknya berukuran besar dan permukaanya mengkilap. Bentuk sisiknya berupa cycloid atau melingkar.Warnanya sangat variatif, antara lain perak, hitam, emas, dan merah. Untuk lebih gampangnya, banyak yang memberi nama arwana berdasarkan warna sisiknya, misalnya arwana hijau (green arowana), arwana hitam (black arowana), arwana perak (silver arowana), arwana kuning (golden arwana), dan arwana merah (red arwana). Arwana merah di bagi lagi menjadi tiga jenis, yakni merah biasa (red banjar), merah kuning (golden red) dan sangat merah (super red).


Gambar 1.Ciri-ciri fisik arwana.

JENIS ARWANA DAN NEGARA ASALNYA

a. Arwana Asia
Disebut sebagai ikan arwana asia karena terdapat di Asia Tenggara. Ada 4 katagori, yaitu Indonesian Red Arwana, Indonesia Red Tail Golden Arwana, Malaysian Golden Arwana,dan Green Arwana. Sebenarnyan mereka satu jenis, hanya varietas atau varian warna tubuhnya saja berbeda.Ciri khas ikan ini adalah adanya satu pasang sungut (barbel), bersisik besar dan dapat tumbuh sampai 90 cm. Ikan arowana muda memakan serangga, sedangkan yang dewasa memakan ikan. Arwana merupakan jenis pengeram telur di mulut dengan jumlah anak sekitsr 50 ekor. Waktu minimal penggadaan populasi sekitar 4,5 – 14 tahun.


Gambar 2.Scleropages formosus


c. Arwana Australia
Ukuran maksimal sekitar 1 meter. Pernah dilaporkan mempunyei berat sekitar 12,5 kg, hidup di air menggenang, di anak-anak sungai dan rawa-rawa hutan. Seperti arowana lain, jenis ini juga hidup di prmukaan sungai dekat vegetasi air. Ikan territorial,agresif terhadap ikan lain. Musim kawin saat musim hujan dengan suhu sekitar 30oC. Ikan ini mengerami anaknya di mulut.Jumlah telur sekitar 30-130 ekor.


Gambar 3. Scleropages jardini

d. Arwana Brazil Silver
Mempunyai ukuran maksimal 1,2 meter, berwarna keperakkan (silver) dan sirip-sirip cerah kemerahan. Distribusi dan habitat dialam terdapat di Sungai Amazone, Rupununi dan Oyapock di Amerika Selatan.Hidup di air menggenang, di anak-anak sungai. Hidup dipermukaan sungai dekat vegetasi air, ikan territorial,agresif terhadap ikan lain. Ikan ini adalah kelompok predator yang menyerap ikan, udang,reptile,mamalia air,dan serangga dengan melompat keluar air.


Gambar 4. Anakan Osteoglossum bicirrhosum

e. Arwana Brazil Black
Dapat tumbuh sampai 1 meter, berwarna keperakkan (Silver) dengan sirip kehitaman.Saat kecil mempunyai gelembung hitam seperti kutil yang di bawah tutup insangnya.Hidup di Sungai Negro di Amerika Selatan.Hidup di air menggenang, sering ada dipermukaan sungai dekat vegetasi air. Ikan territorial, agresif terhadap ikan lain. Ikan predator yang memakan ikan, udang serta serangga yang ditangkap dengan cara melompat keluar dari air.

f. Arwana Aureus
Terdapat di Indonesia dan layak disebut sebagai ikan arwana Indonesia.Ikan ini baru ditemukan pada 2003 oleh beberapa ahli ikan dari luar dan dalam negeri. Anak ikan yang ada didalam mulut induknya bisa mencapai 100 ekor.

Sumber :
Suharyadi, 2011. Budidaya Ikan Arwana. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Nomor: 007/TAK/BPSDMKP/2011. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan BPSDMKP.

DAFTAR PUSTAKA:
Effendi,I. 2004. Pengantar Akuakultur. PT Penebar Swadaya. Depok
Emiliana, 2003. Arwna si Ikan Naga. Agromedia pustaka. Jakarta
Budi,E.K. 2009. Ensiklopedia popular ikan air tawar. Lily publisher. Yogyakarta
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. budidaya perikanan arwana merah. Diambil pada tanggal 20 november 2011 dari http://www.warintekjogja.com/warintek/ warintekjogja/warintek_v3/datadigital /bk/arwana.pdf
Susanto, H. 2001. Arwana. Penebar swadaya. Jakarta.
Trubus. 2002. Panduan praktis tangkarkan arwana kualitas ekspor. Majalah trubus. Jakarta

Selasa, 02 Januari 2018

BUDIDAYA IKAN NILA MERAH

Budidaya ikan nila merah (Oreochromis sp.) sangat mudah. Selain dapat memijah secara alami, juga tidak memerlukan perlakuan khusus. Keadaan ini menjadikan budidaya ikan nila merah berkembang sangat pesat di pelosok tanah air. Budidaya ikan nila merah dilakukan dalam beberapa tahapan.

Pematangan Gonad di kolam tanah
Pematangan gonad nila merah bisa dilakukan di kolam tanah. Caranya, siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan selama 2 – 4 hari dan perbaiki seluruh bagian kolam; isi air setinggi 80 – 100 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 400 ekor induk; beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3 persen/hari (3 kg) setiap hari. Catatan : induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

Pematangan di bak tembok
Pematangan gonad juga bisa dilakukan di bak. Caranya, siapkan bak tembok ukuran panjang 6 m, lebar 4 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 80 – 100 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 100 ekor induk; beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3 persen/hari. Catatan : induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

Seleksi
Seleksi induk dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Tanda induk betina : tubuh memanjang; warna agak kusam; perut agak gendut, gerakan lamban, punya dua alat kelamin yang membulat, satu lubang telur satu lubang kencing, dan berukuran 300 – 500 gram. Tanda induk jantan : tubuh membulat; warna cerah; bersirip kemerahan; gerakan lincah, punya satu alat yang memanjang, terkadang keluar cairan putih bening bila dipijit lubang kelaminnya, dan berukuran antara 400 - 500 gram.

Pemijahan Secara Tradisional I
Pemijahan secara tradsional I dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; perbaiki seluruh bagiannya; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 40 - 60 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 300 ekor induk betina; masukan pula 100 ekor induk jantan; biarkan memijah; panen larva dilakukan pada hari ke 14 – 20 dengan sekup net di permukaan kolam.

Pemijahan Secara Tradisional II
Pemijahan secara tradsional II juga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; buat kobakan di dasar kolam (di salah sudut dekat pintu pembuangan), dengan ukuran panjang panjang 4 m, lebar 2 m dan tinggi 1 m; perbaiki seluruh bagiannya; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 40 - 60 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 300 ekor induk betina; masukan pula 100 ekor induk jantan; biarkan memijah.
Panen larva dilakukan pada hari ke 14 pagi hari, dengan cara mengeringkan kolam. Induk akan tertampung dalam kobakan dan agar tidak mabuk, beri aliran dari kolam sebelah. Sementara larva akan naik menuju aliran air dari pintu pemasukan dan akhirnya akan tertampung dalam kemalir. Penangkapan larva dilakukan pada kubangan depan pintu pengeluaran.
Setelah larva tertangkap semua, seluruh bagian kolam diperbaiki, permukaan pematang yang bocor ditutup, kemalir tengah digali lagi (lebar 40 dan tinggi 10 cm), permukaan tanah dasar (bekas sarang pemijahan) diratakan. Kolam yang sudah diperbaiki dijemur hingga sore hari. Pada sore itu juga kolam diisi air lagi hingga ketinggian semula. Panen dilakukan 14 hari kemudian, dan terus dilakukan setiap 14 hari sekali.

Pemijahan Secara Tradisional III
Pemijahan secara tradsional III dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; perbaiki seluruh bagiannya; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 40 - 60 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 300 ekor induk betina; masukan pula 100 ekor induk jantan; biarkan memijah; tebar pupuk (kotoran ayam atau puyuh) pada hari ke 12; biarkan pupuk itu bereaksi hingga tumbuh pakan alami; setelah itu, seluruh induk betina yang sedang mengerami akan mengeluarkan larvanya hingga larva tersebar pada seluruh permukaan air kolam; biasanya terjadi pada hari ke 16; tangkap larva dengan sekup net di permukaan kolam hingga habis.
Pemijahan intensif klik http://bibaharie.blogspot.com

Pendederan I
Pendederan pertama dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 – 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 50.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; setelah 2 minggu, sebar ke kolam lain bila penuh; panen dilakukan setelah berumur 3 minggu.

Pendederan II
Pendederan kedua dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 40.000 ekor (telah diseleksi); beri 3 – 5 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen setelah berumur sebulan.

Pendederan III
Pendederan ketiga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 1.000 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 20.000 ekor ukuran 5 – 8 cm (telah diseleksi); beri 3 – 5 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam; panen setelah berumur sebulan.

Pembesaran di kolam tanah
Pembesaran nila merah bisa dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan sebuah kolam ukuran 1.000 m2; perbaiki seluruh bagiannya; tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 60 cm dan rendam selama 5 hari; masukan 50 kg benih (10.00 ekor ukuran 10 – 12 cm atau 20 gram/ekor atau disebut juga sangkal) hasil seleksi; beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan; alirkan air secara kontinyu; lakukan panen setelah 3 bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi sebanyak 200 – 300 kg.

Pembesaran di kolam jaring apung
Pembesaan nila merah bisa juga dilakukan di kolam jaring apung (KJA). Pembesaran ini tidak sebagai komoditas utama, tetapi sebagai komoditas sampingan. Caranya, siapkan sebuah kolam jaring apung lapis kedua; masukan 200 kg benih (sangkal); selama pemeliharaan tidak diberi pakan tambahan, tetapi hanya memanfaatkan pakan sisa ikan mas; Panen dilakukan setelah 3 bulan. Sebuah kolam jaring aung dapat meghasilkan ikan konsumsi sebanyak 400 - 500 kg.

SUMBER:
http://bdp-unhalu.blogspot.coM
http://agusrochdianto.wordpress.com
http://ebookbrowsee.net

Sabtu, 12 Desember 2015

TEMU KELEMBAGAAN DALAM RANGKA PERINGATAN HARI NUSANTARA KE-15

Dalam rangka membangun jati diri sebagai bangsa maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia serta mensinergikan wawasan dan isu strategis pembangunan kelautan dan perikanan melalui penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan, Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan, Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat KP melaksanakan Temu Kelembagaan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dan Temu Karya Penyuluh Perikanan sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Nusantara ke-15 di Banda Aceh, Provinsi Aceh.
Temu Kelembagaan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dan Temu Karya Penyuluh Perikanan diselenggarakan pada tanggal 12 Desember 2015 yang bertempat di Aula Bappeda Provinsi Aceh, Jalan Tgk. H. Mohd. Daud Beureueh No. 26 Banda Aceh.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Temu Kelembagaan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dan Temu Karya Penyuluh Perikanan, meliputi :
1.        Pembukaan dan sambutan sekaligus arahan dari Kepala Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan.
2.        Diskusi Panel empat narasumber dengan materi :
-          Penyelenggaraan Penyuluhan Perikanan Nasional dan Pemberdayaan Masyarakat KP Menuju Kedaulatan, Keberlanjutan, dan Kesejahteraan Bangsa. (oleh Ka. Pusluhdaya dan Pemberdayaan Masyarakat KP),
-          Pengembangan Sistem Penyuluhan Perikanan Antisipasi UU 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (oleh KPPN),
-          Dukungan Pemberdayaan Masyarakat KP melalui kemudahan akses modal/sosialisasi program jaring (oleh OJK/Perbankan),
-          Kesiapan Pemerintah Daerah dalam kekinian implementasi penyelenggaraan penyuluhan perikanan nasional dan pemberdayaan masyarakat KP (oleh Pemprov Aceh).
Sistem penyelenggaran penyuluhan kelautan dan perikanan perlu ditata kembali dengan mengedepankan upaya pemberdayaan dan menyejahterakan masyarakat nelayan dan masyarakat perikanan.
Resume hasil diskusi panel :
1.      Penyuluh perikanan diserahkan ke daerah oleh Menteri KKP dalam bentuk SK kepada Gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat di daerah, mengingat bahwa urusan penyuluhan ada di Pusat (sesuai UU 23/2014).
2.      Gubernur menindaklanjuti dengan (Pergub/SK Gubernur) tentang penyelenggaraan penyuluhan sesuai SK Menteri KKP.
3.      Pedoman Penempatan Penyuluh di kabupaten/kota disesuaikan dengan pemetaan potensi perikanan se wilayah provinsi dengan memanfaatkan Kelembagaan Penyuluhan Perikanan di kabupaten/kota sebagai Posko Penyuluhan Perikanan.

Selasa, 20 Januari 2015

Lowongan Kerja menjadi Penyuluh Perikanan Bantu

Lowongan Kerja menjadi Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) 2015.
Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan.
Informasi lebih lanjut silahkan klik link berikut :
http://pusluh.kkp.go.id/index.php/arsip/c/1815/?category_id=1

Jumat, 12 Desember 2014

Gelar Teknologi Percontohan Udang Galah Dalam Rangkaian Peringatan Hari Nusantara 2014


Dalam rangka mensukseskan Peringatan Hari Nusantara yang ke-14 Tahun 2014 di Kab. Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kotabaru, Penyuluh Perikanan Kab. Kotabaru, serta Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Maju Bersama” menyelenggarakan Gelar Teknologi Percontohan Udang Galah.
Udang merupakan salah satu produk unggulan Indonesia dan diprediksi permintaan pasar akan terus meningkat. Dengan potensi lahan budidaya yang cukup besar, Indonesia menghadapi tantangan dalam hal budidaya udang, terutama dari sisi teknis. Sehingga perlu dilakukan tindakan secara strategis yang melibatkan seluruh stakeholder dalam dunia usaha budidaya udang, yaitu pelaku utama, pengusaha, asosiasi, pemangku kebijakan, perbankan, dan lembaga swadaya masyarakat.
Wilayah Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru adalah wilayah dengan kondisi suhu yang baik untuk budidaya udang.  Budidaya udang merupakan suatu komoditi pasar yang sedang berkembang, sekalipun banyak jenisnya namun ada beberapa yang menjadi incaran pasar internasional pada saat ini diantaranya Udang Windu (Panaeus monodon) dan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii), jenis dan harga pun bersaing dipasaran.
Melihat potensi alam dan peluang pasar yang masih terbuka lebar, kegiatan percontohan/uji coba budidaya Udang Galah yang diprakarsai oleh Set.Bakorluh Kalsel, dimulai dari bulan Agustus 2014 di Pokdakan “Maju Bersama” Desa Gunung Sari, Kec. Pulau Laut Utara, Kab. Kotabaru.
Berkat semangat kerja yang tinggi dan pendampingan yang intens dari Penyuluh Perikanan yang mewilayahi daerah tersebut, udang galah dapat dipanen bertepatan dengan Rangkaian Peringatan Hari Nusantara 2014, dilakukan Kegiatan Gelar Teknologi Udang Galah, pada  Hari Jumat Tanggal 12 Desember 2014 yang dihadiri oleh :
1.       Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia,
2.       Kepala Pusat Penyuluhan KP,
3.       Sekretaris DJPB,
4.       Komisi Penyuluhan Perikanan Nasional,
5.       Sekretaris Bakorluh Kalsel,
6.       Kepala BBAT Mandiangin,
7.       Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kotabaru
8.       Kepala BKP5K Kab. Kotabaru,
9.       Penyuluh Perikanan Kalsel dan Kalteng, serta
10.   Pelaku utama perikanan Kab. Kotabaru.
Setelah panen dilakukan, dilanjutkan dengan acara Temu Wicara antara Penyuluh dan Pelaku Utama Perikanan dengan para Narasumber yang dimoderatori oleh Rusdi Hartono, MP. (Kabag. Kerjasama dan Layanan Informasi Set.Bakorluh Kalsel).

Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat khususnya bagi para Pembudidaya Udang di WKPP P. Laut Utara , sehingga dapat menumbuh kembangkan rutinitas kegiatan secara positif yang berdampak pada pertumbuhan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Senin, 27 Oktober 2014

Ratusan Ton Ikan Mati di Sekitar Perairan Waduk Riam Kanan Aranio, Kab. Banjar, Kalsel

Selain kabut asap, ada permasalahan tahunan yang dihadapi warga Kalimantan Selatan khususnya para pembudidaya ikan di Kecamatan Aranio dan Karang Intan, Kabupaten Banjar, disaat musim kemarau panjang seperti sekarang ini.
Ratusan ton ikan mati di karamba jaring apung (KJA)kawasan perairan waduk Riam Kanan Kabupaten Banjar. Kawasan KJA yang memanjang kurang lebih 40 km, yang didominasi ikan nila, mas, dan baung, di sepanjang perairan waduk Riam Kanan, selama tiga hari terakhir mengalami penurunan permukaan air yang sangat drastis, sehingga kadar amoniak di dasar perairan naik, kemudian mengalami kekurangan oksigen. Hal ini diperkirakan yang menyebabkan ratusan ton ikan mengapung di permukaan dan akhirnya mati seketika.
Menurut salah satu pembudidaya ikan di Aranio, fenomena seperti ini memang sering terjadi setiap musim kemarau datang, akan tetapi dari 8 tahun terakhir, ini merupakan yang terparah yang dialaminya, hampir semua ikan yang dipelihara dari ukuran benih sampai ukuran konsumsi mati semua.
Hal ini dibenarkan oleh penyuluh perikanan yang mewilayahi Kecamatan Aranio. Dalam waktu 2 hari saja,puncaknya pada hari Jumat (24/10/2014)kemarin, ikan yang mati sampai 100 ton, itu ikan yang sudah siap dikonsumsi, apabila dikalkulasi dengan harga ikan di karamba Rp 23.000/kg, kerugian para pembudidaya ikan dalam waktu 2 hari saja mencapai 2,3 M.

Para pembudidaya berharap, pemerintah setempat dan pihak-pihak yang terkait baik dari Kabupaten maupun Provinsi dapat segera mengambil langkah/solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Sehingga kematian ikan tidak berlanjut sampai bagian hilir sungai, karena tidak menutup kemungkinan ini dapat menular melalui air yang mengalir. Dan semoga kejadian ini tidak terulang kembali di musim kemarau mendatang.