Minggu, 05 Mei 2019

Suplemen Minyak Ikan atau Makan Ikan?


Banyaknya manfaat omega-3 terhadap kesehatan, mendorong berbagai perusahaan makanan menerapkan strategi bisnisnya untuk menarik konsumen dengan memfortifikasi omega 3 dalam produknya. Demikian juga, dengan makin maraknya perusahaan obat-obatan yang memproduksi suplemen minyak ikan. Minyak ikan mempunyai konsentrasi kandungan omega-3 yang lebih tinggi dibanding ikan utuh, sehingga dapat dijadikan pilihan alternatif khususnya bagi orang yang bermasalah untuk makan ikan atau orang yang memerlukan asupan omega-3 dalam jumlah banyak. Sebagai contoh, untuk memperoleh efek omega 3 dalam menurunkan konsentrasi triglyceride (lemak dalam darah), mengurangi resiko denyut jantung yang tidak normal dan mengoreksi depresi diperlukan asupan omega 3 dalam jumlah tertentu. Untuk memperoleh
efek tersebut diatas, sebagian orang harus makan ikan setara 2 – 3 kali dengan 100 gram per sekali makan dalam sehari atau sekitar 6 - 9 gram minyak ikan per hari (rata rata 100 gram ikan mengandung minyak ikan sekitar 3 gram).

Minyak ikan mempunyai pengaruh yang lebih cepat dibanding dengan makan ikan. Namun demikian, beberapa manfaat makan ikan terhadap beberapa penyakit tidak dapat diperoleh dengan mengkonsumsi minyak ikan. Bagi penderita tekanan darah tinggi misalnya, akan lebih bermanfaat makan ikan daripada minyak ikan karena penurunan tekanan darah disebabkan oleh tingginya proporsi DHA dan EPA. Ikan lebih banyak mengandung DHA dan EPA dibandingkan minyak ikan.

Beberapa nutrisi dalam ikan seperti protein dengan asam aminonya, micronutrient, coenzym Q10 tidak ditemukan dalam minyak ikan. Ikan juga mengandung faktor anti-oksidan yang melindungi asam lemak tak jenuh dari oksidasi sebelum dan sesudah proses pencernaan, sedangkan minyak ikan tidak mengandung anti-oksidan tersebut.

Guna memperoleh asupan omega-3 lebih banyak, menggunakan minyak ikan memang lebih praktis. Hanya saja, mengkonsumsi minyak ikan secara berlebihan akan mempunyai efek negatif terhadap kesehatan diantaranya adalah kecenderungan pendarahan, kecenderungan peningkatan kolesterol (tidak hanya kolesterol baik/HDL tetapi juga kolesterol jahat/LDL) khususnya untuk penderita diabetes dan penderita yang sedang menurunkan triglyceride. Secara umum ikan tetap lebih bermanfaat dibandingkan minyak ikan, kecuali bagi orang tertentu yang mempunyai masalah makan ikan dan bagi orang yang memerlukan asupan
omega-3 dalam jumlah besar. Bagi orang tersebut maka minyak ikan dapat dijadikan alternatif dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, perlu adanya pengawasan medis yang ketat apabila minyak ikan tersebut digunakan dalam jumlah banyak.

Secara keseluruhan protein, vitamin, mineral dan asam lemak omega-3 yang dikandung dalam ikan mempunyai peran dalam kesehatan tubuh manusia baik di bagian otak, mata, jantung, paru-paru, otot, pencernaan, kulit maupun persendian. Kandungan nutrisi ikan yang luar biasa tersebut, menyebabkan pentingnya ikan dalam diet diperluas dari diet untuk menyembuhkan penyakit menjadi diet untuk pencegahan penyakit. Jadi anda tak perlu lagi takut menyajikan dan mengkonsumsi ikan. Mengkonsumsi ikan minimal 2 – 3 kali seminggu adalah pilihan yang bijaksana, karena anda telah melakukan pencegahan terhadap beberapa penyakit. Disamping itu, efek jangka panjangnya generasi yang akan datang diharapkan akan menjadi cerdas dan sehat

Sumber Diolah : Ditjen P2HP

Jumat, 03 Mei 2019

Mencegah Kanker Kulit dengan Minyak Ikan


Minyak ikan adalah salah satu zat gizi yang kaya manfaat karena mengandung sekitar 25% asam lemak jenuh dan 75% asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tak jenuh ganda (poly unsaturated fatty acid/PUFA ) didalamnya akan membantu proses tumbuh-kembang otak, serta perkembangan indra penglihatan dan sistem kekebalan tubuh bayi dan balita. Minyak ikan juga tergolong sebagai sumber lemak yang rendah kolesterol, sehingga para ahli gizi dan kesehatan sepakat bahwa minyak ikan aman untuk dikonsumsi oleh bayi, balita, orang dewasa serta ibu hamil.

Ada 2 jenis PUFA yang sangat terkenal, yakni DHA dan EPA, dimana gabungan konfigurasi atom karbon keduanya dikenal sebagai omega-3. Jenis ikan laut yang “kaya” kandungan omega-3 antara lain salmon, tuna (khususnya tuna sirip biru, tuna sirip kuning, dan albacore ), sardin, herring, mackerel dan kerang-kerangan. Para peneliti di Inggris telah menemukan fakta menarik bahwa minyak ikan dapat mencegah kanker kulit. Para peneliti melakukan riset di RS Hope, Manchester Inggris terhadap 42 kelompok orang sehat dengan diberikan suplemen minyak ikan sebanyak 3 kali dalam seminggu. Kelompok lain diberikan minyak zaitun dengan perbandingan porsi dan waktu yang sama. Hasilnya dalam kurun waktu 3 bulan tingkat kekebalan
terhadap penyakit kanker meningkat 33 %, dan bagi kelompok yang menderita alergi terhadap sinar matahari meningkat pesat kekebalannya setelah 6 bulan. Riset ini juga mensyaratkan untuk mengurangi kebiasaan berjemur di pantai selama satu bulan. Sementara itu, hasil berbeda didapatkan pada kelompok yang diberikan minyak zaitun, mereka tidak mengalami perubahan yang signifikan dengan rentang waktu yang sama.

Di Inggris tingkat penderita kanker kulit meningkat 2 kali lipat setiap dekade sejak tahun 1940, jumlah penderitanya saat ini berkisar 100.000 kasus dengan tingkat kematian 2000 orang pertahun. Kenaikan kasus ini disebabkan oleh banyaknya turis dari Inggris yang berlibur ke luar negeri dan mereka berjemur berlebihan. Penyebab utama kanker kulit adalah terbakarnya kulit akibat sinar matahari, sehingga menyebabkan kerusakan DNA. Oleh karena itu intensitas terkena terik sinar matahari dan penggunaan alat pelindung harus diperhatikan.

Kegiatan di luar rumah tanpa disadari juga menjadi potensi penyebab penyakit kanker seperti saat berjemur di pantai, berjalan-jalan dan berbelanja di tempat terbuka atau mungkin berkebun. Hal lain yang tanpa disadari, misalnya saat berada pada ruangan berpendingin yang menggigit kulit kemudian terkena terik panas sinar matahari dengan tiba-tiba tanpa menggunakan alat perlindungan terhadap sinar matahari. Beberapa orang berpendapat bahwa menggunakan alat perlindungan sinar matahari diperlukan ketika hanya akan berjemur saja dan ternyata pendapat ini tidak sepenuhnya benar karena ternyata kita membutuhkannya setiap kita akan keluar rumah agar terlindung dari sinar matahari.

Para peneliti mengungkapkan bahwa pencegahan kanker kulit diawali dengan perubahan pola makan dan pengurangan intensitas terkena sinar matahari baik yang ringan maupun ketika sangat terik. Kemudian pola makan diharuskan terdapat unsur omega 3 yang terdapat di ikan seperti salmon, makarel, sarden dan lain-lain. Kandungan omega 3 terbukti dapat menolong anak-anak dalam menjaga kerusakan hati, demensia, dan menjaga kerusakan kulit akibat kerusakan DNA yang menyebabkan kanker kulit.

Salah seorang anggota kelompok mengemukakan kisahnya ketika pernah menderita kanker akibat sinar matahari, yang ditandai dengan kulit berbisul dan rasanya gatal pada sekujur tubuhnya. Kemudian ia mengatur pola makannya dengan mengkonsumsi makanan serba ikan. Menu sandwichnya dikombinasi dengan salmon, atau tuna, makarel, sarden kaleng atau ikan bakar. Ia juga mengatur jadwal kepergiannya, dan tidak keluar ketika awal musim panas dan dibatasi hanya pergi ketika senja tiba, sehingga saat ini ia merasa lebih baik, kulitnya tidak melepuh dan terasa panas. Penelitian ini mengejutkan anggota tersebut bahwa kesehatannya yang lebih baik ini diakibatkan oleh karena mengkonsumsi ikan lebih banyak belakangan ini dibandingkan ketika masih muda dulu. Awalnya ia berasumsi bahwa kasus itu terjadi karena tipisnya lapisan kulit ketika masih muda dan semakin menebal ketika bertambah tua. Ia sangat senang bahwa
pola makan sehat menolongnya untuk mencegah kanker kulit.

Takaran mengkonsumsi minyak ikan

Manfaat minyak ikan sangat besar dan baik bagi kesehatan, namun takaran konsumsinya harus diperhatikan. Konsumsi minyak ikan pada bayi dan balita per harinya didasarkan pada berat badan. Misalnya saja, bila berat badan anak anda 10 kg, cukup mengkonsumsi minyak ikan sebanyak satu sendok teh setiap harinya. Jika berat badannya lebih dari 10 kg, gunakan alat takar berupa sendok makan, karena jumlah kebutuhannya juga akan meningkat. Untuk dewasa biasanya menyesuaikan dengan takaran yang sudah tercantum dalam kemasan produk. Hal lain yang harus diperhatikan adalah proses penyimpanan. Proses oksidasi lemak yang terkandung dalam minyak ikan dapat terjadi akibat terkena oksigen dalam jangka lama dan pemanasan sehingga merusak kualitas minyak ikan dan mengubah aromanya menjadi tengik. Sebaiknya simpan minyak ikan di dalam wadah yang tertutup rapat dan letakkan di tempat yang sejuk.

Minggu, 28 April 2019

Gurame Bau Lumpur? Berikut Tips Menghilangkannya

Ikan gurame memang hidup di air yang banyak mengandung Lumpur. Banyak orang yang mengira bahwa bau lumpur pada ikan gurame disebabkan karena ikan gurame hidup pada lingkungan yang berlumpur. Sebenarnya, timbulnya bau lumpur pada ikan gurami hasil pemeliharaan di kolam stagnan disebabkan oleh senyawa geosmin yang dihasilkan oleh melimpahnya (blooming) fitoplankton (alga hijau-biru) di perairan.

Jika tidak ditangani dengan baik, bau lumpur ini akan menjadi salah satu penyebab orang kurang mengkonsumsi ikan. Karena bau lumpur masih terasa pada masakan ikan, padahal sebagian besar orang tidak menyukai bau lumpur pada olahan masakan ikan.

Tips Agar Gurame Tidak Berbau Lumpur


Pencegahan bau lumpur di kolam

Pencegahan bau lumpur di kolam ini perlu dilakukan melalui cara yang tepat yaitu dengan mengendalikan kelimpahan plankton. Plankton penyebab bau lumpur di kolam ini pada umumnya adalah fitoplankton alga hijau-biru jenis Coelasphaerium dan Oscilatoria. 

Pencegahan ini bertujuan agar gurame tidak berbau lumpur dan sekaligus mengendalikan plankton penyebab bau lumpur. Pencegahan dapat dilakukan secara kimia yaitu  dengan menggunakan tembaga oksida dan pupuk urea dan secara biologis yaitu dengan menggunakan tanaman air. 

Pengendalian plankton penyebab bau lumpur ini lebih baik dilakukan dengan cara biologis yaitu dengan menggunakan tanaman air Salvinia natans. Tanaman air ini hanya disebarkan di kolam dan selalu dikontrol kelimpahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman air Salvinia natans efektif mencegah kelimpahan fitoplankton alga hijau-biru yang komposisinya didominasi oleh Coelasphaerium dan Oscilatoria. 

Dengan penggunaan tanaman air Salvinia natans, kelimpahan plankton nyata lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan tembaga oksida dan pupuk urea.

Penanganan bau lumpur pada saat panen ikan

Penanganan bau lumpur pada saat panen ikan ini sudah dilakukan oleh pembudidaya gurame di daerah Beji Banyumas. Ikan gurame yang berbau lumpur dikarantina dalam kolam khusus dan hanya diberi pakan berupa daun sente selama kurang lebih 7 hari. Setelah itu bau lumpur yang ada akan hilang. Hal ini dikarenakan kotoran pada insang dan lendir yang mengandung kotoran pada seluruh tubuh ikan akan hilang. Sehingga cita rasa lumpur pada ikan akan hilang.

Bau lumpur pada ikan gurami dapat dihilangkan dengan perlakuan berupa pemberokkan ikan gurami pada air yang bersalinitas 8 sampai dengan 12 ppt selama 7 hari. Pemberokan ikan gurami ini mengakibatkan perubahan yang terjadi pada kulit yang semula mengkilat menjadi terlihat lebih kusam, dan tesktur semula lembek (banyak mengandung air dan mudah pemisahaan dagingnya) menjadi kenyal (struktur daging kompak, kering dan tidak mudah terjadi pemisahan).

Penanganan dengan pemberokan selama 7 hari, selain menghilangkan bau lumpur pada gurame juga  menjadikan daging ikan terasa lebih gurih, struktur daging lebih kompak dan kering.

Jumat, 26 April 2019

Turunkan Resiko Penyakit AMD dengan Makan Ikan


Dalam dunia kesehatan, Age-Related Macular Disease/AMD merupakan kondisi memburuknya penglihatan secara progresif dan tidak dapat diperbaiki akibat penipisan dan pendarahan di sekitar macula atau daerah pusa tretina mata. Penderita AMD kebanyakan berusia 60 tahun ke atas dan penderita kehilangan kemampuan untuk melihat benda-benda halus secara detil. Pada beberapa kasus yang parah, penderita AMD dapat menjadi buta meski masih memiliki sedikit kemampuan untuk melihat.

Penyakit AMD tidak menyebabkan sakit/nyeri dan biasanya berkembang secara perlahan sehingga penderita tidak terlalu memperhatikan perubahan pada penglihatannya. Namun demikian, pada beberapa kasus AMD dapat berkembang dengan cepat dan dapat mengakibatkan kebutaan.

AMD diduga dipengaruhi gaya hidup seperti pola makan, kebiasaan merokok, tekanan darah dan olah raga. Jika benar dugaan tersebut maka kita mempunyai peluang untuk melakukan pencegahan sedini mungkin terhadap serangan penyakit tersebut. Peluang tersebut telah dijadikan sebagai objek penelitian terkait hubungan antara AMD dengan konsumsi ikan dan omega-3.

Peneliti Australia mengulas 9 publikasi penelitian yang dimuat Jurnal Archives of Ophthalmology dengan melibatkan 88.974 responden termasuk 3.203 orang dengan kasus AMD. Hasil penemuan ini menyatakan bahwa asupan omega-3 dapat menurunkan 38% risiko AMD stadium lanjut dan makan ikan dua kali seminggu dapat menurunkan risiko AMD stadium awal dan lanjut. Selain itu, peneliti dari Universitas Melbourne mencatat bahwa lemak omega -3 rantai panjang merupakan komponen vital dari lapisan sel syaraf di retina. Sel bagian luar retina terus mengalami pergantian dan regenerasi. Oleh karena itu, kekurangan omega-3 diduga dapat menyebabkan AMD.

Selanjutnya diungkapkan orang dengan kadar vitamin D dalam darahnya tinggi, cenderung lebih tahan terhadap serangan AMD. Hasil penelitian ini semakin menguatkan bahwa mengkonsumsi ikan menjadi penting karena ikan juga merupakan sumber vitamin D. Hasil penelitian lain yang dilakukan terhadap 7.752 responden, termasuk 11 persen responden penderita AMD, menemukan bahwa kadar vitamin D yang tinggi dalam darah dapat mengurangi resiko AMD

dengan memperlambat atau mencegah timbulnya pembuluh darah baru pada retina mata yang berkontribusi pada sakit mata yang lain. Penelitian sebelumnya yang dilakukan di tahun 1992 sampai 1998 dengan responden sekitar 4.519 orang berusia 60 sampai 80 tahun, untuk dicek apakah mereka menderita AMD atau tidak dihubungkan dengan kebiasaan makan mereka. Hasil penelitian tersebut menemukan, semakin
tinggi konsumsi ikan semakin rendah pula risiko menderita AMD neovaskular. Penelitian ini juga menyebutkan, konsumsi ikan sebanyak 115 gram seminggu, akan mengurangi risiko terkena AMD. Penelitian ini juga telah membuktikan bahwa Omega 3 akan membantu melancarkan aliran darah ke retina mata dan menjaga keseimbangan tubuh.

Ingin menyelamatkan generasi muda dari kerusakan mata pada usia lanjut, sediakan selalu menu ikan yang merupakan sumber omega-3 dan vitamin D mulai dari sekarang

Sumber Diolah : Ditjen P2HP

Selasa, 23 April 2019

Induk dan Benih Gurame Unggul

Untuk memperoleh induk unggul, sebaiknya dilakukan seleksi berdasarkan standar yang telah dibakukan. Ada tiga cara yang umum dilakukan oleh pembudidaya ikan untuk mendapatkan induk yang baik dan unggul sehingga dapat menghasilkan benih yang unggul pula. Ketiga cara tersebut adalah seleksi massal, seleksi individu dan seleksi ilmiah.
Cara Memperoleh Induk dan Benih Gurame yang Unggul

Ketiga cara tesebut tentu saja memiliki kelebihan maupun kekurangan. Berikut ini adalah ketiga cara memperoleh induk dan benih unggul :

a.    Seleksi Massal

Salah satu cara yang paling sederhana dan murah adalah dengan seleksi missal. Seleksi ini merupakan hasil pemijahan berbagai jenis induk ikan yang dimiliki.

Selanjutnya dipilih benih hasil pemijahan yang mempunyai keunggulan fisik seperti pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan benih lainnya, warna yang sesuai dengan induknya, tubuh tidak cacat dan mempunyai sifat-sifat unggul dari induknya.

b.    Seleksi Individu

Cara lain untuk memperoleh induk unggul adalah dengan seleksi individu, yaitu seleksi yang dilakukan secara individu atau ekor per ekor. Benih yang digunakan dipilih dari berbagai induk atau daerah. Selanjutnya dipilih benih yang terbaik, yaitu yang mempunyai karakteristik sesuai dengan standar yang telah dibakukan, seperti tidak cacat fisik dan mempunyai sifat-sifat unggul yang diturunkan oleh induknya. Benih yang dihasilkan memiliki kriteria kuantitatif sesuai dengan tahap pemeliharaannya, yaitu p-I, P-II, P-III, P-IV dan P-V. untuk lebih jelasnya syarat benih yang dapat dijadikan calon induk dan diharapkan mempunyai keunggulan dibanding induk yang belum jelas asal keturunannya. Berikut ini adalah kriteria tersebut:

  1. Larva : umur 10-12 hari, panjang total 0,75-1 cm, bobot minimal 0,03 gr, keseragaman ukuran > 80%
  2. Benih P-I : umur 40 hari, panjang total 1-2 cm, bobot minimal 0,2 gr, keseragaman ukuran > 80%
  3. Benih P-II : umur 80 hari, panjang total 2-4 cm, bobot minimal 0,5 gr, keseragaman ukuran > 80%
  4. Benih P-III : umur 120 hari, panjang total 4-6 cm, bobot minimal 1,0 gr, keseragaman ukuran > 80%
  5. Benih P-IV : umur 160 hari, panjang total 6-8 cm, bobot minimal 3,5 gr, keseragaman ukuran > 80%
  6. Benih P-V : umur 200 hari, panjang total 8-11 cm, bobot minimal 7,0 gr, keseragaman ukuran > 80%

c.    Seleksi Alamiah

Seleksi alamiah terjadi secara kebetulan, yaitu benih yang dijadikan induk diperoleh dari induk-induk yang tidak jelas, tetapi mempunyai keunggulan sesuai standar baku, baik dari segi pertumbuhan maupun kriteria lainnya. 

Benih semacam ini biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada kolam pemeliharaan. Umurnya tidak jelas, tetapi kualitas keturunan yang dihasilkan sangat baik. Baiknya kualitas dimungkinkan karena adanya perawatan yang lebih baik oleh induknya. 

Pada umumnya benih dari hasil seleksi alamiah sangat sedikit jumlahnya, tetapi kualitasnya baik sehingga sangat memungkinkan untuk dijadikan sebagai induk.

Minggu, 21 April 2019

Budidaya Ikan Gabus

Budidaya ikan gabus bisa dilakukan secara sederhana. Menjanjikan banyak keuntungan. Ikan gabus atau dikenal dengan sebutan merupakan ikan asli perairan tawar Indonesia Snakehead yang banyak dijumpai di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Flores, Ambon, Maluku, dan Papua. Ikan yang di Kalimantan disebut “haruan” itu di habitat aslinya dapat mencapai 3 – 5 kilogram. Ikan ini mempunyai nilai ekonomis tinggi dengan harga perkilogram Rp 30.000 - Rp 60.000. Harga ikan gabus asin bahkan dapat mencapai Rp 80.000 per kg. Kandungan protein ikan gabus adalah sekitar 25,2 gram/100 gram dagingnya. Ikan ini juga mengandung albumin 62,24 g/kg yang dipercaya bermanfaat untuk penyembuhan luka terutama pada pasien pasca operasi.

Tingginya permintaan ikan gabus mendorong masyarakat melakukan usaha budidaya melalui proses domestikasi. Kepala Balai Per ikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Kali mantan Selatan, Ir. Endang Mudji utami,
mengatakan bahwa sejak tahun 2011 BPBAT Mandiangin telah berhasil melakukan proses domestikasi ikan gabus.

“Potensi ekonomi ikan gabus sebagai ikan budidaya tidak kalah oleh ikan lokal maupun ikan introduksi lain,” katanya. Selain domestikasi ikan gabus, BPBAT Mandiangin juga telah berhasil melakukan kegiatan domestikasi dan budidaya ikan spesifik lokal yang lain seperti ikan Papuyu (Anabas testudineus, Bloch), Belida (Chitala lopis), dan Kelabau (Osteochilus melanopleura, Bleeker).

Sesuai dengan tugas dan fungsinya, BPBAT Mandiangin berupaya untuk menghasilkan teknologi budi daya ikan gabus yang sederhana dan aplikatif sehingga mudah diterapkan masyarakat. Ikan gabus mampu beradaptasi terhadap kualitas air yang “ekstrem” seperti pH air dan oksigen yang rendah (DO<4). Ikan gabus mampu mengambil nafas langsung dari udara bebas karena memiliki organ pernafasan tambahan berupa labirin.

Di Kalimantan, habitat asli ikan ini adalah perairan agak asam seperti sungai, rawa, dan lahan gambut. Karena itu, pengembangan budidaya ikan gabus juga dilakukan BPBAT Mandiangin pada lahan gambut dengan membangun salah satu instalasi budidaya ikan di lahan gambut, yaitu Instalasi Budidaya Ikan Lahan Gambut
(IBILAGA) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kini instalasi ini telah menjadi sentra pengembangan ikan gabus.

Budidaya ikan gabus yang sudah berhasil dikembangkan BPBAT Mandiangin meliputi teknologi pembenihan dan teknologi pem besarannya. Pembenihan gabus dimulai dari pematangan gonad, seleksi induk, pemijahan, pemeliharaan larva, dan pendederan. Induk ikan gabus sudah dapat dipijahkan mulai dari yang berukuran 200 – 300 gram. Untuk mendorong pematangan gonad induk gabus dilakukan pemberian pakan pelet apung dengan kadar protein 30 – 32%, lemak 5% dengan porsi 3% dari bobot biomassa perhari, sebanyak 2 kali sehari. Hasilnya, tingkat kematangan gonad induk berkisar antara 8,3% - 26,7%.


“Cara makan ikan gabus yang menyambar mangsanya membuat ikan gabus hanya tertarik dengan pakan yang berada di permukaan air. Dan dari hasil adaptasi pakan buatan yang telah dilakukan diketahui ikan gabus lebih responsif terhadap pelet apung ketimbang pelet tenggelam,” kata Tulus, seorang perekayasa BPBAT Mandiangin.

Pemijahan ikan gabus dapat dilakukan secara alami. Jumlah perbandingan induk jantan dan betina adalah 1 : 1. Wadah pemijahan berupa bak terpal berukuran 4 x 2 m. Induk jantan dan betina dicampur dalam satu bak terpal. Induk jantan dan betina bisa juga diberi rangsangan hormon ovaprim untuk mempercepat terjadinya pemijahan dengan cara disuntik satu kali pada bagian punggung dengan dosis 0,5 ml/kg berat induk. Induk ikan gabus dapat memijah sebanyak 2 – 3 kali dalam satu siklus pemijahannya dengan jumlah telur berkisar antara 3.000 – 5.000 tergantung dari berat induk. Telur ikan gabus bersifat mengapung di permukaan air. Telur ini akan menetas setelah 24 – 38 jam. Karena sifat induk ikan gabus yang menjaga dan mengasuh anaknya, maka larva ikan gabus dipelihara bersama dengan kedua induknya selama ± 1 bulan sampai mencapai ukuran panjang 2 – 3 cm. Pemberian pakan buatan untuk larva ikan berupa pelet tepung protein 40% diberikan mulai umur 7 hari setelah menetas.

Setelah itu, larva ikan dipelihara dalam happa selama 1 bulan sampai mencapai 3 – 5 cm. Pakan benih selama pendederan berupa pelet apung ukuran PL 1 protein 40% sebanyak 3 – 5% dengan frekuensi pemberian sebanyak 2 kali sehari. Selama pendederan dilakukan seleksi ukuran benih/grading setiap minggu sekali untuk memisahkan ukuran benih mulai dari ukuran kecil, sedang, besar, atau ukuran S, M, L. Ukuran benih yang seragam berguna untuk mencegah kanibalisme pada benih ikan gabus dan mengurangi persaingan pakan yang diberikan sehingga diharapkan pertumbuhan benih ikan akan lebih baik dan seragam. Pemeliharaan benih dilakukan selama 7 bulan yang akan mencapai ukuran 200 gram perekor.

Erisman, seorang pembudidaya ikan gabus dari Basarang Kapuas Kalimantan Tengah, mengatakan bahwa dari benih 2.000 ekor selama 11 bulan pemeliharaan diperoleh gabus konsumsi sebanyak 700 kg. ”Dengan modal Rp 14 juta mendapat untung Rp 8 juta,” kata dia. Keberhasilan budidaya ikan gabus memberikan harapan untuk pendapatan masyarakat, sekaligus untuk pelestarian sumberdaya perikanan tawar asli perairan Indonesia.

Sumber : Gabus Kian Menjanjikan. Tabloid Akuakultur Indonesia. Edisi No.8 Th 2 - Maret - April 2014

Sabtu, 20 April 2019

Turunkan Resiko Kanker Prostat, Makan Ikan


Banyak riset yang telah merekomendasikan untuk lebih banyak makan ikan guna menjaga kesehatan jantung. Berdasarkan hasil penelitian yang dimuat dalam Jurnal The Lancet mengatakan bahwa laki-laki yang lebih banyak makan ikan mempunyai risiko menderita kanker prostat yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki yang sedikit atau tidak sama sekali makan ikan.

Hasil penelitian tersebut didasarkan pada hasil analisa dari informasi yang dikumpulkan pada 6.272 laki-laki. Pada awal penelitian, banyak sukarelawan yang memberikan informasi tentang diet yang dilakukan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan penggunaan alkohol. Peneliti menanyakan apa yang mereka makan setiap minggunya termasuk ikan. Setelah lebih dari tiga dekade dari penelitian tersebut terdiagnosa 466 kasus kanker prostat (340 yang fatal) dengan umur rata-rata 77 tahun. Hasil penelitian tersebut juga dilaporkan bahwa orang yang memakan ikan lebih tinggi mempunyai gangguan kanker prostat lebih rendah.

Makan Ikan adalah kebiasaan yang lebih sehat

Kebiasaan sehat selain makan banyak buah dan sayur, mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan serta menghindari merokok adalah mengkonsumsi banyak ikan. Kebiasaan yang sehat tersebut dapat menurunkan risiko menderita kanker. Disamping itu, orang laki-laki yang mengkonsumsi ikan lebih banyak mempunyai fisik yang lebih aktif.

Bagaimana ikan bisa membuat sehat?

Ikan, terutama yang banyak mengandung asam lemak omega -3 seperti salem, herring dan mackerel dapat menghalangi pertumbuhan sel kanker prostat. Omega-3 dari ikan juga dapat menjadikan jantung sehat. Omega-3 dapat membantu mencegah pembekuan darah di dinding arteri, yang pada akhirnya dapat melindungi dari serangan penyakit jantung.

Pada saat ini profesional dan ilmuwan kesehatan akan melihat lebih lanjut peran konsumsi ikan terhadap risiko serangan kanker. Sebagian besar dari ilmuwan menyetujui banyak makan buah dan sayur, biji-bijian, makan sedikit lemak dan makan banyak ikan adalah langkah terbaik yang dapat meminimalkan risiko kanker tertentu. Oleh karena itu, seperti halnya The American Heart Association maka saat ini The American Cancer Society juga merekomendasikan untuk makan ikan lebih banyak. Selain banyak makan ikan, saran lainnya adalah mengganti daging merah dan daging babi yang kandungan asam lemak jenuhnya sangat tinggi.

Asupan asam lemak jenuh diindikasikan dapat mengakibatkan meningkatnya risiko kanker. Banyak orang berpikir menyiapkan makan dengan menu ikan lebih sulit, tetapi sebenarnya hal tersebut tidaklah benar. Kita hanya perlu sedikit pengetahuan bagaimana membeli, menyimpan dan menyiapkan ikan. Jika merasa repot memasak ikan di rumah, maka biasakan memesan menu ikan kalau sedang makan di luar rumah.

Sumber Diolah : Ditjen P2HP