Rabu, 27 Maret 2019

Persiapan Induk Ikan Arwana Untuk Pemijahan

Calon induk berumur 5-6 tahun. Panjang tubuh 60 cm dan bobot sekitar 4 kg. Agar menghasilkan anakan yang murni dan berkualitas, strain kedua calon induk harus sama. Hindari meyatukan ikan berbeda strain dalam satu kolam Syarat lain, calon induk sehat dan bebas penyakit.
Ikan cacat bungkuk tidak layak dijadikan induk. Sebab, perut mengerut sehingga kualitas sel telur kurang baik dan mudah mati. Yang juga dihindari sebagai induk ikan bertutup insang tidak menututup sempurna, terutama pada induk jantan. Sebab, ia kesulitan mengerami telur didalam mulut. Cacat lain seperti sungut terputus, ekor patah, atau sisik berdiri masih layak. Sebab, tidak mempengaruhi kualitas telur dan anakan.

Hingga saat ini belum ada satu pun penakar yang bisa menentukan jenis kelamin arwana secara akurat. Dari pengamatan bertahun-tahun, beberapa penangkar berpengalaman memberikan beberapa criteria penentuan jenis kelamin.

Arwana jantan:
-    bertubuh lebih panjang dan ramping
-    Kepala besar, mulut agak lebar,
-    dada dan sirip dada lebih panjang, serta 
-    sirip punggung menyempit. 

Arwana Betina:
-    tubuh lebih pendek, lebar, dan agak gemuk. 
-    Kepala meruncing dengan mulut lebih kecil. 
-    Dada dan sirip dada lebih pendek, dan 
-    sirip punggung melebar.

Hampir tidak ada pedagang yang menjual induk siap pijah berumur di atas 5 tahun. Kebanyakan calon penakar mendapatkan induk dari hobiis yang bosen dengan arwana dewasa. Karena langka, calon penangkar harus menyiapkan calon induk dari ukuran kecil. Mereka mesti menunggu waktu 4-5 tahun. Keuntungannya, harga lebih murah dan kualitas terjamin. Pembesaran calon induk sebaiknya bertahap. Selain disesuaikan dengan ruang gerak dan aktivitas ikan, cara ini juga mempermudah pemeliharaan dan perawatan.

Calon induk berumur dibawah dua tahun, atau panjang dibawah 30-35 cm dipelihara diakuarium 60 cmx 60 cm x 120 cm, atau 80 cm x 70 cm x 150 cm. Setiap akuarium diisi 5- 10 ekor. Yang berukuran lebih besar di pelihara dibak fiber 2 m x 1 m x 1 m hingga berumur 5 tahun. Kepadatan sebuah bak 4 – 5 ekor.
Pakan induk arwana berupa kodok, ikan kecil,kelabang, kecoak,dan udang. Ikan segar seperti teri juga bisa diberikan. Sebelum diberikan kepada arwana, kodok yang baru dibeli ditampung dalam bak fiber untuk dicuci bersih. Dosis pakan 1-2 kg/hari/20 induk. Satwa amfibi itu diberikan dengan cara dilempar satu per satu hingga habis tersantap. Pemberian pakan sebaiknya pada sore hari pukul 16.30 agar ikan mau naik ke permukaan untuk menyantap pakan.

Sumber : Suharyadi. 2011. Budidaya Ikan Arwana. Materi Penyuluhan Perikanan. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan - BPSDMKP. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Minggu, 24 Maret 2019

Kurangi Resiko Penyakit Kronis dengan Makan Ikan


Konferensi “Seafood dan Kesehatan 05” yang diadakan di Washington pada bulan Desember 2005, semakin mengukuhkan pentingnya manfaat mengkonsumsi ikan terhadap kesehatan. Ikan merupakan sumber protein, rendah kandungan lemak jenuh, kaya akan lemak tak jenuh seperti omega-3, mineral (yodium selenium), vitamin D esensial dan vitamin E. Ikan tuna kaleng dan salmon kaleng dengan tulang merupakan sumber kalsium yang berkualitas.

Kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sumber omega-3 lainnya. Pada 100 gram ikan rata-rata mengandung 210 mg omega-3, tiram 150 mg, udang 120 mg, dan lobster 105 mg, sedangkan 100 gram daging sapi hanya mengandung 22 mg omega-3, daging ayam 19 mg, daging kambing 18 mg dan babi sebenarnya tidak mengandung omega-3. Disamping itu juga telah dibuktikan bahwa mengkonsumsi omega-3 yang berasal dari ikan lebih efektif dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan olahan yang telah difortifikasi dengan omega-3.

Delegasi dari Australia mengungkapan bahwa lebih dari 50.000 orang Australia mati dalam setahun yang disebabkan penyakit cardiovasculer seperti penyakit jantung, stroke dan penyakit aliran darah. Hal ini disebabkan konsumsi ikan orang Australia rendah. Berdasarkan survei konsumsi ikan di Melbourne yang dipublikasikan akhir-akhir ini menunjukkan rata-rata konsumsi edible fish per tahun di Melbourne adalah 12,5 kg per orang, Sydney 15,1 kg dan Perth 14,7 kg. Konsumsi tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Perancis, Spanyol dan Jepang.

Karena rendahnya konsumsi ikan di Australia, maka National Health and Medical Recearch Council (NHMRC) merekomendasikan bahwa makan ikan dapat menghindari dan meminimalkan penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, diabetes dan kanker rahim, depresi dan gangguan ketidakstabilan emosi lainnya. Orang berjenis kelamin laki-laki harus mengkonsumsi omega-3 rata-rata 610 mg, sedangkan wanita 430 mg dalam sehari. Rekomendasi tersebut jauh lebih tinggi daripada rata-rata omega-3 yang dikonsumsi orang Australia pada saat ini. Ikan juga berperan positif pada kesehatan bayi. NHMRC juga merekomendasikan agar makanan yang mengandung kalori tinggi dan makanan serta minuman rendah nutrisi diganti dengan makanan yang kaya omega-3 khususnya berasal dari ikan seperti tuna, salmon dan mackerel.

Penelitian di beberapa negara menunjukkan bahwa negara-negara dimana penduduknya mengkonsumsi banyak ikan seperti Jepang dan Norwegia, mempunyai tingkat depresi yang rendah. Penelitian yang dilakukan pada pasien depresi menunjukkan bahwa level omega-3 pada pasien tersebut adalah rendah. Hal ini berhubungan dengan komposisi otak, dimana 60% nya terdiri dari lemak khususnya omega-3 dari ikan dan omega-6. Omega-3 penting untuk permeabilitas membran sel sehingga memberikan kebebasan aliran kimia masuk dan keluar dari neuron otak. Tingkat omega-3 yang rendah di otak dapat memperbesar gangguan ketidakstabilan emosi. Penelitian yang dilakukan di beberapa negara termasuk Inggris, Belanda, Finlandia dan New Zealand membuktikan bahwa mengkonsumsi ikan khususnya omega-3 mempunyai pengaruh positif pada penderita depresi umum, depresi setelah melahirkan dan tingkat ketidakstabilan emosi pada orang dewasa muda, sehingga ikan berfungsi sebagai stabilizer emosi.

Dalam konferensi tersebut juga diungkapkan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Ikan juga berperan dalam menurunkan penyakit Alzheimer (kepikunan), meningkatkan intelegensia, konsentrasi dan emosi, menurunkan radang, membuat hidup lebih sehat serta memotong risiko penyakit hati, kanker, stroke, diabetes serta rematik. Konsumsi ikan dan kekerangan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan tubuh setelah treatment untuk kanker, sakit yang menyerang kekebalan, alergi, asma, migrain dan sakit kulit.

Konferensi juga meyakini bahwa ikan lebih efektif untuk mencegah kematian mendadak daripada obat-obatan anti kolesterol. Obat-obatan untuk menurunkan kolesterol dan membantu mencegah serangan jantung pada prinsipnya dikenal sebagai statins yang saat ini harganya sangat mahal. Penelitian lainnya menunjukkan penggunaan kombinasi statins dengan minyak omega-3 pada pencegahan kesehatan jantung, 19% lebih efektif dibandingkan hanya dengan statins. Dalam pertemuan tersebut, Seafood Services Ausralia (SAA) mengemukan bahwa total populasi Australia yang hanya 20 juta, lebih dari 1,2 juta menggunakan obat anti kolesterol khususnya statins dengan total biaya lebih dari 1 trilyun dollar setahun. Seafood Services Ausralia (SAA) mengemukakan bahwa mengkonsumsi minyak ikan 3 kali atau lebih dalam seminggu dapat
mengurangi kematian 1000 orang dan menghemat ratusan juta dolar biaya kesehatan setiap tahun. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan apabila banyak slogan yang mengatakan “jika ingin sehat perbanyaklah makan ikan”

Sumber Diolah : Ditjen P2HP

Sabtu, 23 Maret 2019

Memilih Arwana Yang Bagus

Secara umum, ciri-ciri arwana yang baik dapat dilihat dari gerakan, bentuk badan,kepala ekor dan sisik.

Gerakan

Arwana yang sehat gerakannya lincah,selalu berenang menjelajahi seluruh ruang akuarium, dan gesit menyambar makanan yang diberikan. 

Ciri fisik

Beberapa ciri fisik sebagai berikut
  1. Bentuk badan yang baik adalah punggung memanjang dan lurus, tidak bengkok, tidak bungkuk atau berpunuk, dan berkesan kekar. Tidak ada bagian tubuh yang cacat atau luka, dan berwarna cerah.
  2. Arowana yang bagus bermulut  lebar, letaknya di atas moncong. Rahang bawah lebih panjang dan tidak putus. Pada dagunya terdapat dua buah sungut yang panjang dan tidak putus. Pasalnya sungut yang sudah putus tidak dapat tumbuh lagi sehingga menjadi cacat permanen.
  3. Mata arwana yang baik adalah bulat dan besar. Tidak melotot atau menonjol keatas dan kebawah (juling), tidak buta. Insang normal, tutupnya keras dan rapat, dan tidak melengkung keluar.
  4. Ekor dan sisik. Arwana yang bagus memiliki bentuk ekor lebar dan bulat seperti kipas. Hindari memilih arwana yang ekornya memiliki bintik-bintik putih. Pilih yang permukaanya mengilap dan tidak memproduksi lendir yang terlalu banyak.
  5. Bentuk kepala arwana. Pilih yang tutup insangnya keras dan rapat, matanya tidak juling, rahang kokoh, mulut lebar dan sungutnya masih utuh.
  6. Sisik yang prima. Tersusun rapi, tidak kasar, mengilap, dan tidak luka atau mengelupas.
  7. Arwana berkualitas tinggi memiliki bentuk ekor yang lebar dan bulat mirip kipas. Pilih yang ekornya masih mulus, tidak ada bekas gigitan, dan tidak berbintik – bintik putih
Sumber :
Suharyadi. 2011. Budidaya Ikan Arwana. Materi Penyuluhan Perikanan. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan - BPSDMKP. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Rabu, 20 Maret 2019

Kurangi Gangguan Kesehatan Mental dengan Makan Ikan


Konggres Seafood Dunia (World Seafood Congress) yang telah berlangsung pada akhir bulan September 2007 di Dublin, Irlandia menghadirkan beberapa ahli gizi dan kesehatan manusia yang terkemuka di dunia yang berasal dari berbagai negara. Profesor Michael Crawford, Direktur Institute of Brain Chemistry & Human Nutrition, University of North London, Inggris menyampaikan bahwa isu kesehatan paling menonjol di abad 21 adalah problem kesehatan mental daripada isu kegemukan, dan cara untuk mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi seafood lebih banyak.

Prof. Crawford menjelaskan bahwa peningkatan kerusakan otak dan problem kesehatan mental akibat dari kekurangan asam lemak atau minyak omega 3 adalah isu mutakhir yang perlu mendapat perhatian serius pada abad ini. Lupakan isu kegemukan, karena problem kesehatan mental adalah bencana riil yang telah mulai menghadang. Problem kesehatan mental telah “mengungguli” penyakit jantung dan saat ini menjadi hal yang paling ditakuti di Eropa. Diperkirakan pada tahun 2004, penyakit tersebut telah menyedot dana lebih dari €386 milyar (sekitar Rp 3.860 trilyun) dalam tempo satu tahun, sejumlah uang yang sangat besar. Pesan profesor sangat jelas: perbanyak makan seafood untuk mengurangi resiko problem kesehatan mental.

Dalam uraiannya, Prof Crawford menjelaskan jika penduduk di beberapa negara barat mempunyai peluang 50 kali lebih besar terhadap gangguan depresi dibandingkan dengan penduduk Jepang yang mempunyai tingkat konsumsi ikan sangat tinggi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa diet dengan basis daging merah dan gandum dan sedikitnya konsumsi ikan telah menyebabkan asupan asam lemak omega 3 menjadi sangat rendah sehingga berpeluang lebih besar terhadap gangguan kesehatan mental.

Bukti-bukti ilmiah semakin banyak yang menunjukkan kaitan antara gangguan mental dan pola makan. Contohnya, wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan akan memproduksi ASI yang kandungan DHAnya rendah, padahal DHA adalah bossnya omega 3 dan sangat vital bagi perkembangan otak. Begitu pula dengan penderita Alzheimer yang diakibatkan oleh kehilangan DHA secara signifikan dalam otaknya. Keduanya dapat dihindari dengan mengkonsumsi seafood yang lebih banyak.

Menurut Prof. Crawford, otak manusia adalah terbuat dari sejenis marine fats. Jika kita tidak memberi otak dengan asupan pangan yang sesuai untuk menjaga kesehatannya, misalnya dengan ikan dan khususnya asam lemak omega 3, maka akan didapati kasus-kasus gangguan otak atau mental seperti depresi, malfungsi bipolar, atau problem perilaku anak-anak seperti ketidakmampuan berkonsentrasi, dyslexia, dan dyspraxia.
Saat ini banyak tersedia makanan suplemen yang dipromosikan banyak mengandung omega 3, dan seiring dengan meningkatnya kesadaran pentingnya omega 3, permintaan terhadap suplemen tersebut meningkat. Namun demikian, yang terbaik adalah mendapatkan asam lemak omega 3 langsung dari asupan pangan alami yang dikonsumsi, dan sumber utamanya adalah ikan atau seafoods.

Menyadari betapa pentingnya seafood dan ikan pada umumnya, pesan utama dari konggres kepada masyarakat perikanan internasional yang terdiri dari: nelayan, pembudidaya, birokrat,pemasar, pengolah, dan peneliti serta para manajer dalam bisnis perikanan adalah dunia memerlukan ikan lebih banyak sehingga sangat diperlukan upaya untuk menjaga kelestarian stok sumber daya ikan.

Melihat gambaran di atas, ikan berarti merupakan investasi yang tak ternilai. Mari kita jaga kelestarian sumberdaya perikanan Indonesia, dan kita manfaatkan secara bertanggung jawab. Ikan yang telah dipanen kita perlakukan dengan baik sehingga kualitasnya terjaga hingga tiba saatnya untuk disantap sehingga memberikan manfaat yang optimal. Konsumsi ikan meningkat akan memperbaiki kualitas sumberdaya manusia dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sabtu, 16 Maret 2019

Manfaat Konsumsi Ikan


Para ahli kesehatan di Australia dan Amerika Serikat menyarankan untuk mengkonsumsi seafood lebih banyak karena dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan, peningkatan stamina serta mencegah stroke.

Food & Drug Administration (FDA) baru-baru ini mempublikasikan beberapa studi tentang manfaat mengkonsumsi seafood bagi kesehatan termasuk untuk mencegah kegemukan. Sebelumnya ditahun 2005, instansi ini juga telah mengeluarkan panduan pola makan bagi penduduk AS agar lebih banyak mengkonsumsi ikan. Mr Palmer, Ketua Seafood Services Australia’s akan mendesak pihak berwenang Australia untuk segera mengikuti langkah Amerika Serikat.

Hasil dari studi terbaru secara jelas menunjukkan bahwa pembatasan konsumsi seafood akan lebih memberikan kerugian daripada kebaikan, dan jika ini terjadi dapat menurunkan perkembangan otak bayi dan menurunkan harapan hidup orang tua. Pada dasarnya studi oleh US FDA dilakukan untuk melihat manfaat kesehatan dari nutrisi ikan seperti minyak Omega-3 dibandingkan dengan isu sakit akibat merkuri. Beberapa studi medis menyatakan bahwa sesungguhnya membatasi konsumsi seafood memberikan dampak
negatif. Seluruh populasi, terutama calon ibu dan ibu menyusui, seharusnya lebih banyak mengkonsumsi seafood.

US FDA saat ini menyarankan wanita hamil untuk mengkonsumsi 340 gram (12 oz) ikan tiap minggu, sedangkan Food Standard Australia New Zealand (FSANZ) merekomendasikan konsumsi ikan setara 450 gram (16 oz). Jumlah tersebut bagi sebagian pakar gizi dianggap sebagai jumlah minimal. Bagaimanapun, penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi ikan dapat meningkatkan IQ bayi. Tim dari US National Institute of Health, meneliti efek Omega-3 terhadap 9.000 ibu dan bayinya, dan menemukan bahwa ibu yang paling sedikit asupan asam lemak esensial Omega 3 memiliki anak dengan IQ verbal sembilan poin lebih rendah dari rata-rata. Mereka yang mengkonsumsi ikan yang kaya Omega-3 seperti Mackerel dan Sarden, pada anak usia tiga setengah bulan, memiliki kemampuan gerak yang lebih baik.

Dari laporan FDA yang baru saja dirilis, dilaporkan bahwa tingkat konsumsi seafood di Amerika Serikat saat ini telah mencegah lebih dari 30.000 kematian per tahun akibat penyakit jantung koroner (CHD) dan 20.000 kematian pertahun akibat stroke. Jika tingkat konsumsi yang sama untuk Australia, maka 2.000 kematian akibat jantung koroner (CHD) dan 1.300 kematian akibat stroke dapat dicegah setiap tahun di Australia. Saran terbaik adalah dengan banyak mengkonsumsi seafood maka akan lebih banyak penderita yang dapat terhindar.

Sumber Diolah : Ditjen P2HP

Senin, 11 Maret 2019

Akuarium dan Kolam Ikan Arwana

Perlengkapan akuarium atau kolam yang memadai menjadi syarat penting dalam mendukung cara pemeliharaan yang baik.

Akuarium dan perlengkapannya
Untuk arwana kecil yang berukuran sekitar 10 cm perlu disiapkan akuarium berukuran 70 x 35 x 35 cm dengan tebal kaca 5 mm. Pasang lampu penerang dengan daya 20 watt dan filter air Dymen 600. Untuk arwana yang berukuran besar dapat digunakan akuarium berukuran 220 x 85 x85 cm dengan tebal dinding kaca 12-15 mm. Pasang lampu penerang dengan daya 120 watt. Lengkapi dengan filter Eheim 2034. 

Peralatan pokok dalam  akuarium :
  1. Aerator: Aerator atau vibrator gunanya untuk memasok oksigen dalam akuarium dan mengusir karbondioksida.
  2. Filter: Filter yang sering dipasang untuk akuarium arwana yaitu filter temple yang portable atau filter gantung yang dipasang pada bagian atas akuarium.
  3. Lampu: Lampu akuarium biasanya dipasang pada penutup akuarium, sehingga tersembunyi dan hanya pantulannya saja yang kelihatan menerangi arwana.
  4. Thermometer: Thermometer dipakai untuk mengetahui suhu air akuarium.
  5. Heater dan thermostat: Alat pemanas yang sering dipakai untuk menaikan suhu air adalah heater dan thermostat.Alat ini sangat penting, bukan saja untuk menaikan suhu hingga berada pada kisaran yang optimum, namun juga untuk mencegah agar suhu senantiasa stabil.
  6. Kertas pH dan alat pengukur pH lainnya: Kertas pH dibutuhkan untuk mengetahui keasaman dari air akuarium, karena arwana membutuhkan air yang sedikit asam sampai netral.Untukmenetahui cocok tidaknya keasaman air itu bisa dipakai kertas lakmus dan alat pengukur pH lainya, seperti pH tester.
  7. Alat –alat lainnya: Alat lainnya yang dibutuhkan dalam perawatan arwana misalnya selang plastic penyifon, ember plastic untuk menampung dan membuang kotoran, batu apung pembersih kaca, kain lap, dan lainya.

Kolam dan Perlengkapanya
Kolam arowana harus memenuhi persyaratan fisik dan higienis sebagai berikut :
-    Dasar dan dinding kolam harus kedap air dan kuat menahan air.
-    Kolam harus mudah diisi air dan mudah dikeringkan dalam waktu singkat.
-    Luas kolam antara 50-1.000 m2
-    Bentuk kolam sebaiknya empat persegi panjang.
-    Dasar kolam dibuat miring, sekitar 20-30 derajat kearah saluran keluar. 
-    Buat kedalaman kolam antara 1-2 meter.
-    Buat tempat pemasukan dan pengeluaran air, misalkan berupa pipa paralon yang dapat diputar.

Persyaratan fisik kolam sangat menentukan keberhasilan budidaya :
-    Buat kontruksi kolam yang memungkinkan untuk membersihkan kolam.
-    Kolam pemijahan sekaligus sebagai kolam penetasan dapat berupa kolam tanah atau kolam tembok.
-    Proses pendederan dapat dilakukan di akuarium.

Sumber:
Suharyadi. 2011. Budidaya Ikan Arwana. Materi Penyuluhan Perikanan. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan - BPSDMKP. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta

Sabtu, 09 Maret 2019

Asal Usul Ikan Mujair

Ikan mujair sangat tenar bagi masyarakat Indonesia. Hampir semua orang mengenal ikan mujair, namun tidak semua orang tahu kenapa ikan ini ada di Indonesia dan bagaimana awal-mula ikan ini dinamai “mujair”?

Nama ilmiah ikan mujair adalah Oreochromis mossambicus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau kadang-kadang secara tidak tepat disebut “Java tilapia”. Ikan mujair termasuk jenis ikan air tawar. Penyebaran alami ikan ini berada di perairan Afrika dan Indonesia.

Ikan mujair mempunyai ukuran tubuh sedang, dengan panjang maksimum yang dapat dicapai sekitar 40 cm. Bentuk badannya pipih berwarna hitam, keabu-abuan, kecokelatan atau kuning. Sirip punggungnya (dorsal) memiliki 15-17 duri (tajam) dan 10-13 jari-jari (duri berujung lunak); serta bersirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari.

Asal-Usul dan Sejarah Ikan Mujair

Kemampuan hidup ikan mujair sangat tinggi, karena ikan ini mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar garam (salinitas). Dengan kemampuan itu, ikan ini mampu hidup di air payau. Selain itu ikan mujair juga memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, tetapi setelah dewasa kecepatan pertumbuhannya akan menurun.

Ikan yang bersifat peridi atau beranak banyak ini mulai berbiak pada umur sekitar tiga bulan, dan setelah itu dapat berbiak setiap satu setengah bulan sekali. Setiap kali bertelur, ikan ini menghasilkan puluhan butir telur. Setelah dibuahi, telur-telur itu akan “dierami” di dalam mulut induk betina, dan hanya memerlukan waktu sekitar seminggu untuk menetas. Setelah menetas, anak-anak mujair tetap disimpan dalam mulut induknya. Mulut si induk tetap menjadi tempat perlindungan yang aman bagi anak-anak mujair yang masih kecil sampai anak-anak mujair ini disapih induknya.

Dengan sifat peridi ini, dalam waktu beberapa bulan saja, populasi ikan ini dapat meningkat sangat pesat. Apalagi mujair cukup mudah beradaptasi dengan aneka lingkungan perairan dan kondisi ketersediaan makanan.

Ikan mujair pertama kali ditemukan oleh Mbah Moedjair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur, pada 1939. Ikan ini ditemukan Mbah Moedjair sewaktu menjalani laku tirakat.
Setiap tanggal 1 Suro penanggalan Jawa, Mbah Moedjair selalu mandi di pantai Serang, Blitar selatan. Pada suatu saat ketika melakukan ritual mandi ini, Mbah Moedjair menemukan ikan yang jumlahnya sangat banyak dan mempunyai keunikan, yaitu menyimpan anak di dalam mulutnya ketika ada bahaya dan dikeluarkan ketika keadaan sudah aman.

mbah mujair
Melihat keunikan tingkah laku ikan ini, Mbah Moedjair berinisiatif menagkap dan merawat ikan ini di rumahnya, di daerah Papungan, Kanigoro, Blitar. Untuk menangkap ikan ini, Mbah Moedjair menjaring dengan menggunakan kain udeng (ikat kepala) yang biasa ia pakai.

Bersama dua temannya, Abdullah Iskak dan Umar, Mbah Moedjair membawa ikan ini pulang ke Desa Papungan. Usaha membudidayakan ikan ini gagal karena habitat yang berbeda, dan ikan ini pun mati sewaktu dimasukkan ke air tawar di halaman rumah Mbah Moedjair. Namun, Mbah Moedjair tak putus asa, sebaliknya ia semakin gigih melakukan percobaan agar spesies ikan ini dapat hidup di habitat air tawar, habitat yang sangat berbeda dari aslinya yaitu air laut (asin).

Kegagalan yang dialami Mbah Moedjair tidak mumbuatnya menyerah. Ia kembali mengambil spesies ikan ini dengan gentong yang terbuat dari tanah liat. Ia juga melakukan percobaan dengan mencampurkan air laut yang asin dengan air tawar, terus menerus dengan tingkat konsentrasi air tawar semakin lama semakin lebih banyak dari air laut hingga kemudian kedua jenis air yang berbeda ini menyatu. Percobaan ini ia lakukan sampai menemui keberhasilan pada percobaan kesebelas. Dan, pada 25 Maret 1936 hiduplah empat ikan jenis baru ini dengan habitat air tawar. Segala jerih payah, kesulitan, dan rintangan yang Mbah Moedjair alami terbayar lunas dengan hidupnya empat ikan spesies baru ini. Mbah Moedjair kemudian menangkar empat ikan ini di sebuah kolam di daerah sumber air Tenggong, Desa Papungan.

Dari semula hanya satu kolam kemudian bertambah menjadi tiga kolam. Di sekitar kolam ini, Mbah Moedjair membangun pula pondok yang sekaligus berfungsi sebagai tempat tinggal bagi keluargannya. Perkembangbiakan spesies ikan ini begitu cepat. Jumlah ikan milik Mbah Moedjair pun semakin lama semakin banyak.

Mbah Moedjair semula memberikan ikan spesies baru ini secara Cuma-Cuma kepada masyarakat sekitar Papungan. Ikan spesies baru ini pun semakin lama semakin diperbincangkan banyak orang, hingga kemudian semakin banyak masyarakat yang mengembangbiakkan ikan ini. Alhasil, nama Mbah Moedjair pun semakin dikenal masyarakat luas.

Suatu ketika, berita penemuan ikan jenis baru ini sampai ke telinga Asisten Residen yang berkedudukan di Kediri. Asisten Residen yang juga seorang ilmuwan ini tergoda untuk meneliti spesies ikan hasil temuan Mbah Moedjair ini. Ia pun melakukan riset dan wawancara dengan Mbah Moedjair tentang ikan ini, dari proses penemuannya di pantai Serang sampai percobaan berulang kali untuk membuatnya hidup di air tawar.

Mendengar penuturan Mbah Moedjair, sang Asisten Residen takjub dan kagum akan kegigihan dan keuletan Mbah Moedjair. Dan demi menghormati kegigihan Mbah Moedjair, Asisten Residen lalu memberikan penghargaan kepada Mbah Moedjair dengan menamai ikan spesies baru ini sesuai dengan nama penemunya, Moedjair.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga mengangkat Mbah Moedjair sebagai Jogo Boyo Desa Papungan serta memberi gaji bulanan kepadanya. Sedangkan Pemerintah Pusat mengangkat Mbah Moedjair sebagai Mantri Perikanan.

Selain itu, pada 30 Juni 1954 di Bogor, beliau menerima penghargaan Executive Committee dari Indo Pasific Fisheries Council atas jasanya menemukan ikan mujair.

Penghargaan atas kegigihan Mbah Moedjair juga diberikan oleh Kementerian Pertanian atas nama pemerintah Republik Indonesia pada 17 Agustus 1951, saat itu dijabat Ir. Soeharto. Pada 6 April 1965, pemerintah Indonesia melalui Departemen Perikanan Darat dan Laut juga menganugerahkan piagam Nelayan Pelopor kepada Mbah Moedjair. Piagam ini ditandatangani oleh Menteri Perikanan Hamzah Atmohandojo.

Mbah Moedjair wafat pada 7 September 1957 akibat penyakit asma. Ia dimakamkan di pemakaman umum Desa Papungan. Kemudian, atas inisiatif Departemen Perikanan, pada 1960 makam beliau dipindahkan ke area khusus di selatan Desa Papungan, yang juga berfungsi sebagai makam keluarga. Di batu nisannya tertulis “Moedjair Penemu Ikan Moedjair” lengkap dengan relief ikan mujair. Sebagai penghargaan atas jasa beliau yang tak ternilai, akses jalan menuju makam juga diberi nama Jalan Moedjair

Sumber :
Warta Pasar Ikan, Edisi Desember 2011 No.100