Jumat, 08 Maret 2019
Ikan, Rahasia Kecantikan Victoria Beckam
Victoria Beckam istri pesepak bola terkenal David Beckam sebelumnya adalah anggota kelompok penyanyi Spicy Girl yang terkenal menjaga penampilannya baik dari segi pakaian maupun fisiknya. Baru-baru ini sebuah majalah fashion di AS memberikan penghargaan karena ibu 3 anak tersebut dinilai masih tetap langsing, seksi dan berpakaian serasi. Ingin tahu rahasianya?
Ternyata kelangsingannya itu hasil dari diet seafood katanya. Sebagai penyuka makanan Jepang yang mayoritas menggunakan seafood, dengan banyak sayuran dan buah ia merasa menjadi sangat sehat dan lincah untuk bergerak secara dinamis. Lagi pula dengan tubuh langsingnya, ia merasa lebih leluasa memilih baju yang serasi.
Telur Ikan Atasi Kerutan di Wajah
Kerisauan terhadap kerutan di wajah tak hanya mendominasi kaum hawa, tetapi juga kaum pria. Buktinya rocker Sir Mick Jagger yang kini telah berusia 63 tahun juga sibuk mencari krim kulit yang dapat menyebabkan tampilan lebih muda. Ia rela mengeluarkan £200 atau lebih dari Rp.3 juta untuk sebuah krim kulit yang banyak mengandung caviar (telur ikan sturgeon) demi menjaga penampilannya. Tampaknya ia cukup puas dengan hasilnya sehingga kini malah ia selalu memborong krim dari caviar tersebut untuk dibagi-bagikan pula kepada temannya di Rolling Stone. Krim yang berisi caviar berprotein tinggi tersebut mengandung bahan-bahan anti penuaan yang berkhasiat mengencangkan kulit dan melemaskan kerutan.
Minyak Ikan Tingkatkan Koordinasi Tangan dan Mata Balita
Dari hasil sebuah study dilaporkan bahwa suplemen minyak ikan yang diberikan kepada ibu hamil dapat meningkatkan koordinasi tangan dan mata pada balita. Sekitar 100 wanita hamil dibagi menjadi 2 kelompok dan setiap hari diberikan 4 gram suplemen minyak ikan atau 4 gram suplemen minyak zaitun mulai dari kehamilan usia 20 minggu hingga saat melahirkan. Syaratnya wanita tersebut tidak merokok dan belum mengkonsumsi ikan minimal seminggu dua kali. Ketika anak-anaknya lahir dan kemudian berusia 2,5 tahun, mereka dites tentang kemampuan bahasa, tingkah laku, daya nalar dan koordinasi mata dan tangan. Hasilnya tidak ada perbedaan signifikan pada kemampuan berbahasa dan tingkat pertumbuhan pada kedua kelompok anakanak tersebut.
Tetapi anak-anak dari para ibu yang megkonsumsi minyak ikan ternyata mempunyai nilai lebih tinggi pada daya nalar (kekomprehensifan), kemampuan mengingat frase yang panjang dan lebih kaya kosa kata. Selain itu, anak-anak tersebut juga mempunyai kemampuan motorik koordinasi mata dan tangan yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya selama hamil tidak mengkonsumsi minyak ikan. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan pada Archives of Disease in Childhood
Sumber Diolah : Ditjen P2HP
Minggu, 03 Maret 2019
Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Gurame
Dalam melakukan usaha budidaya ikan, keberadaan hama dan penyakit seolah menjadi hal yang sangat lumrah untuk dijumpai apalagi pada ikan gurame. Ketepatan dalam pengendalian hama dan penyakit ikan menjadi faktor kunci penentu keberhasilan suatu usaha budidaya ikan. Berikut ini akan dijelaskan teknik pengendalian hama dan penyakit yang sering dijumpai pada usaha budidaya ikan gurame
1) Hama
a. Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
b. Uncrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas;hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
c. Katak (Rana spec)
Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapunmenagkap dan membuang hidup-hidup.
d. Ular
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
e. Linsang/ biawak
Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
f. Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.
g. Ikan Gabus
Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu guramiukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.
h. Belut dan Kepiting
Pengendalian hama : lakukan penangkapan.
Beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes, mujair dan sepat dapat menjadi pesaing dalam perolehan makanan. Oleh karena itu, sebaiknya benih gurami tidak dicampur pemeliharaannya dengan jenis ikan yang lain. Untuk menghindari gurami dari ikan-ikan pemangsa, pada pipa pemasukkan air dipasang serumbung atau saringan ikan agar hama tidak masuk ke dalam kolam.
2) Penyakit
a. Binti Merah (White Spot)
Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air. Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.
b. Bengkak Insang dan Badan ( Myxosporesis)
Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan. Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m2, biarkan selama 1-2 minggu.
c. Cacing Insang, Sirip dan Kulit (Dactypogyrus dan girodactyrus)
Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang. Pengendalian: (1) direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam; (2) hindari penebaran ikan yang berlebihan.
d. Kutu Ikan (Argulosis)
Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage). Pengendalian: (1) ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit; (2) dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.
e. Jamur
Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya. Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas. Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.
f. Gatal (Trichodiniasis)
Menyerang benih ikan. Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium. Pengendalian: rendam selama 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.
g. Bakteri psedomonas flurescens
Penyakit yang sangat ganas. Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis. Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
h. Bakteri aeromonas punctata
Penyakit yang sangat ganas. Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan.
3) Pengendalian Penyakit
Salah satu cara pengendalian penyakit ikan yang dilakukan selama ini meliputi pemberian obat-obatan berupa bahan kimia dan antibiotika. Namun demikian, pemakaian bahan-bahan tersebut secara terus menerus akan menimbulkan masalah baru, yaitu meningkatkan resistensi mikroorganisme penyebab penyakit. Selain itu, dapat membahayakan lingkungan perairan disekitarnya dan ikan-ikan itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan obat herbalis sebagai pengganti obat-obatan kimia.
a. Sirih (Piper betle L)
Khasiat sirih digunakan sebagai penahan darah (styptic) dan obat luka pada kulit (vulnerary) juga berdaya guna sebagai antioksida, antiseptic, fungisida dan bakterisida. Hal ini jelas bahwa daun sirih yang mengandung minyak atsiri bersifat menghambat pertumbuhan parasit. Atsiri pada sirih mempunyai bau yang aromatik dan berasa pedas. Atsiri mengandung chavicol (C4H3OH) yang merupakan antiseptic yang kuat untuk menanggulangi parasit terutama Ichthyophthirius multifilis. Caranya dengan merendam pada konsentrasi 8,3 ppt, daun sirih tingkat mortalitas parasit Ich mencapai 99,4 % sedangkan konsentrasi terbaik perendaman dengan daun sirih yang aman untuk ikan dan efektif adalah 6,7 ppt dengan tingkat mortalitas Ich sebesar 86,28 % selama 12 jam.
Selain itu, terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila dan penyakit ikan yang disebabkan Aeromonas hydrophilia. Hasil penelitian menemukan bahwa konsentrasi ekstrak sirih 3,125 mg/ml sudah dapat membunuh bakter Aeromonas hydrophilia i secara sempurna.
b. Ekstrak Daun Kipahit (Picrasma javanica)
Ekstrak daun kipahit diuji untuk pengobatan ikan gurami Mycobacterium fortuitum pada level 108 cfu/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kipahit pada level konsentrasi 10.000 mg/l dapat menghambat pertumbuhan bakteri uji, sedangkan perendaman ikan uji yang sama dengan lama perendaman 3 jam dapat digunakan untuk pengobatan penyakit mycobacteriosis.
Pengobatan bagi ikan-ikan yang sudah cukup memprihatikan keadaannya, dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia diantaranya:
1. Pengobatan dengan Kalium Permanganat (PK)
Untuk pemberantasan parasit di kolam, bahan tersebut dilarutkan dalam air hingga konsentrasi 0,1% Neguvon lalu disiramkan ke dalam kolam yang telah dikeringkan. Biarkan selama 2 hari.
3. Pengobatan dengan garam dapur.
Hal ini dilakukan di pedesaan yang sulit mendapatkan bahan-bahan kimia.
Caranya:
Sumber :
Halim, Mochamad Abdul. 2011. Budidaya Ikan Gurami. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta
1) Hama
a. Bebeasan (Notonecta)
Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
b. Uncrit (Larva cybister)
Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas;hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
c. Katak (Rana spec)
Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapunmenagkap dan membuang hidup-hidup.
d. Ular
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
e. Linsang/ biawak
Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
f. Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.
g. Ikan Gabus
Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu guramiukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.
h. Belut dan Kepiting
Pengendalian hama : lakukan penangkapan.
Beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes, mujair dan sepat dapat menjadi pesaing dalam perolehan makanan. Oleh karena itu, sebaiknya benih gurami tidak dicampur pemeliharaannya dengan jenis ikan yang lain. Untuk menghindari gurami dari ikan-ikan pemangsa, pada pipa pemasukkan air dipasang serumbung atau saringan ikan agar hama tidak masuk ke dalam kolam.
2) Penyakit
a. Binti Merah (White Spot)
Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air. Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.
b. Bengkak Insang dan Badan ( Myxosporesis)
Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan. Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m2, biarkan selama 1-2 minggu.
c. Cacing Insang, Sirip dan Kulit (Dactypogyrus dan girodactyrus)
Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang. Pengendalian: (1) direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam; (2) hindari penebaran ikan yang berlebihan.
d. Kutu Ikan (Argulosis)
Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage). Pengendalian: (1) ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit; (2) dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.
e. Jamur
Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya. Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas. Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.
f. Gatal (Trichodiniasis)
Menyerang benih ikan. Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium. Pengendalian: rendam selama 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.
g. Bakteri psedomonas flurescens
Penyakit yang sangat ganas. Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis. Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
h. Bakteri aeromonas punctata
Penyakit yang sangat ganas. Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan.
3) Pengendalian Penyakit
Salah satu cara pengendalian penyakit ikan yang dilakukan selama ini meliputi pemberian obat-obatan berupa bahan kimia dan antibiotika. Namun demikian, pemakaian bahan-bahan tersebut secara terus menerus akan menimbulkan masalah baru, yaitu meningkatkan resistensi mikroorganisme penyebab penyakit. Selain itu, dapat membahayakan lingkungan perairan disekitarnya dan ikan-ikan itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan obat herbalis sebagai pengganti obat-obatan kimia.
a. Sirih (Piper betle L)
Khasiat sirih digunakan sebagai penahan darah (styptic) dan obat luka pada kulit (vulnerary) juga berdaya guna sebagai antioksida, antiseptic, fungisida dan bakterisida. Hal ini jelas bahwa daun sirih yang mengandung minyak atsiri bersifat menghambat pertumbuhan parasit. Atsiri pada sirih mempunyai bau yang aromatik dan berasa pedas. Atsiri mengandung chavicol (C4H3OH) yang merupakan antiseptic yang kuat untuk menanggulangi parasit terutama Ichthyophthirius multifilis. Caranya dengan merendam pada konsentrasi 8,3 ppt, daun sirih tingkat mortalitas parasit Ich mencapai 99,4 % sedangkan konsentrasi terbaik perendaman dengan daun sirih yang aman untuk ikan dan efektif adalah 6,7 ppt dengan tingkat mortalitas Ich sebesar 86,28 % selama 12 jam.
Selain itu, terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila dan penyakit ikan yang disebabkan Aeromonas hydrophilia. Hasil penelitian menemukan bahwa konsentrasi ekstrak sirih 3,125 mg/ml sudah dapat membunuh bakter Aeromonas hydrophilia i secara sempurna.
b. Ekstrak Daun Kipahit (Picrasma javanica)
Ekstrak daun kipahit diuji untuk pengobatan ikan gurami Mycobacterium fortuitum pada level 108 cfu/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kipahit pada level konsentrasi 10.000 mg/l dapat menghambat pertumbuhan bakteri uji, sedangkan perendaman ikan uji yang sama dengan lama perendaman 3 jam dapat digunakan untuk pengobatan penyakit mycobacteriosis.
Pengobatan bagi ikan-ikan yang sudah cukup memprihatikan keadaannya, dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia diantaranya:
1. Pengobatan dengan Kalium Permanganat (PK)
- Sediakan air sumur atau sumber air lainnya yang bersih dalam bak penampungan sesuai dengan berat ikan yang akan diobati.
- Buat larutan PK sebanyak 2 gram/10 liter atau 1,5 sdt/100 l air.
- Rendam ikan yang akan diobati dalam larutan tersebut selama 30-60 menit dengan diawasi terus menerus.
- Bila belum sembuh betul, pengobatan ulang dapat dilakukan 3 atau 4 hari kemudian.
Untuk pemberantasan parasit di kolam, bahan tersebut dilarutkan dalam air hingga konsentrasi 0,1% Neguvon lalu disiramkan ke dalam kolam yang telah dikeringkan. Biarkan selama 2 hari.
3. Pengobatan dengan garam dapur.
Hal ini dilakukan di pedesaan yang sulit mendapatkan bahan-bahan kimia.
Caranya:
- siapkan wadah yang diisi air bersih. setiap 100 cc air bersih dicampurkan 1-2 gram (NaCl), diaduk sampai rata;
- ikan yang sakit direndam dalam larutan tersebut. Tetapi karena obat ini berbahaya, lamanya perendaman cukup 5-10 menit saja.
- Setelah itu segera ikan dipindahkan ke wadah yang berisi air bersih untuk selanjutnya dipindahkan kembali ke dalam kolam;
- pengobatan ulang dapat dilakukan 3-4 hari kemudian dengan cara yang sama.
Sumber :
Halim, Mochamad Abdul. 2011. Budidaya Ikan Gurami. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta
Sabtu, 02 Maret 2019
Alergi Makan Seafood?
Alergi karena makanan sebenarnya tidak seseram yang dibayangkan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (USFDA), hanya 2% orang dewasa dan 5% anak-anak yang benar-benar mengalami alergi makanan. Hal-hal berikut dapat membantu untuk mengetahui makanan penyebab alergi:
Seseorang yang alergi terhadap salah satu jenis seafood masih dapat mengkonsumsi ikan tertentu yang dimasak dengan benar. Tetapi jika seseorang mempunyai sebuah alergi, adalah penting untuk konsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi ikan atau produk ikan. Untuk menghindari penyebab alergi, sebelum mengkonsumsi ikan cek label dengan teliti. Beberapa makanan sebetulnya mengandung ikan atau produk ikan lainnya tetapi tidak tertera dalam label.
Karena beberapa makanan dibuat dengan bahan yang mungkin dapat menyebabkan alergi, maka pada Januari 2006 USFDA mewajibkan produk-produk pangan yang mengandung satu atau lebih dari 8 bahan yang dapat menyebabkan alergi harus mencantumkan sumber bahan penyebab alergi itu. Identitas dari sumber makanan harus dicantumkan di dalam daftar bahan baku atau dibuat dalam pernyataan terpisah dengan menggunakan kata “mengandung” diikuti dengan nama dari bahan sumber alergi (contoh : mengandung telur, kacang dan udang)
Ketika makan di luar rumah, pastikan selalu menanyakan bagaimana makanan disiapkan. Seafood dapat diolah dengan menggunakan peralatan yang sama untuk memasak bahan makanan yang lain. Mengingat manfaat makan ikan bagi kesehatan jauh lebih besar, bagi penderita alergi tak perlu takut makan ikan. Tetap konsumsi ikan dengan menerapkan kiat-kiat khusus.
Sumber Diolah : Ditjen P2HP
Seseorang yang alergi terhadap salah satu jenis seafood masih dapat mengkonsumsi ikan tertentu yang dimasak dengan benar. Tetapi jika seseorang mempunyai sebuah alergi, adalah penting untuk konsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi ikan atau produk ikan. Untuk menghindari penyebab alergi, sebelum mengkonsumsi ikan cek label dengan teliti. Beberapa makanan sebetulnya mengandung ikan atau produk ikan lainnya tetapi tidak tertera dalam label.
Karena beberapa makanan dibuat dengan bahan yang mungkin dapat menyebabkan alergi, maka pada Januari 2006 USFDA mewajibkan produk-produk pangan yang mengandung satu atau lebih dari 8 bahan yang dapat menyebabkan alergi harus mencantumkan sumber bahan penyebab alergi itu. Identitas dari sumber makanan harus dicantumkan di dalam daftar bahan baku atau dibuat dalam pernyataan terpisah dengan menggunakan kata “mengandung” diikuti dengan nama dari bahan sumber alergi (contoh : mengandung telur, kacang dan udang)
Ketika makan di luar rumah, pastikan selalu menanyakan bagaimana makanan disiapkan. Seafood dapat diolah dengan menggunakan peralatan yang sama untuk memasak bahan makanan yang lain. Mengingat manfaat makan ikan bagi kesehatan jauh lebih besar, bagi penderita alergi tak perlu takut makan ikan. Tetap konsumsi ikan dengan menerapkan kiat-kiat khusus.
Sumber Diolah : Ditjen P2HP
Minggu, 24 Februari 2019
Perbaiki Fungsi Paru-Paru Dengan Omega-3
Pemberian makanan yang kaya akan omega-3 pada penderita penyakit gangguan paruparu kronik (Chronic obstructive Pulmonary Diseases/COPD) dapat memperbaiki fungsi paru-paru penderita penyakit tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan serum, tingkat produksi lendir serta perbaikan gejala pada penderita COPD. Penderita COPD sebagian besar adalah perokok dan COPD merupakan penyebab kematian nomor lima di dunia. COPD ditandai dengan radang kronik pada saluran pernapasan kecil di paru-paru dan menyebabkan produksi lendir yang berlebihan, pembentukan fibrosis terlalu banyak dan terjadinya degradasi protein (proteolysis).
Hasil penelitian yang membuktikan hal diatas dilakukan terhadap orang Jepang selama dua tahun dan telah dipublikasikan pada Jurnal Chest. Pasien secara random dibagi menjadi dua group. Group pertama diberi makanan yang kaya omega-3 dan PUFA, sedangkan group lainnya (group kontrol) hanya diberikan makanan normal tanpa pemberian makanan mengandung omega-3. Makanan yang diberikan terdiri dari campuran omega-3 dan omega-6, termasuk asam lanoleic acid (LA), alpha linolenic acid (ALA), docosahexaenioc acid (DHA) dan eicosopentaeoic acid (EPA).
Hasil penelitian tersebut diukur berdasarkan tingkat peradangan, kapasitas latihan dan tingkat pernapasan pendek. Setelah 15 bulan tingkat leukotriene yang menyebabkan radang menurun secara nyata pada pasien yang menerima diet kaya omega-3, pernapasan pendek juga menurun serta memperbaiki toleransi latihan. Sedangkan group kontrol yang tidak mendapat perlakuan omega-3 tidak menunjukkan perbaikan. Para ilmuwan meyakini bahwa omega-3 PUFA mampu merangsang sel dan aktivitas gen serta memperbaiki peradangan sel lainnya.
Sumber Diolah : Ditjen P2HP
Hasil penelitian yang membuktikan hal diatas dilakukan terhadap orang Jepang selama dua tahun dan telah dipublikasikan pada Jurnal Chest. Pasien secara random dibagi menjadi dua group. Group pertama diberi makanan yang kaya omega-3 dan PUFA, sedangkan group lainnya (group kontrol) hanya diberikan makanan normal tanpa pemberian makanan mengandung omega-3. Makanan yang diberikan terdiri dari campuran omega-3 dan omega-6, termasuk asam lanoleic acid (LA), alpha linolenic acid (ALA), docosahexaenioc acid (DHA) dan eicosopentaeoic acid (EPA).
Hasil penelitian tersebut diukur berdasarkan tingkat peradangan, kapasitas latihan dan tingkat pernapasan pendek. Setelah 15 bulan tingkat leukotriene yang menyebabkan radang menurun secara nyata pada pasien yang menerima diet kaya omega-3, pernapasan pendek juga menurun serta memperbaiki toleransi latihan. Sedangkan group kontrol yang tidak mendapat perlakuan omega-3 tidak menunjukkan perbaikan. Para ilmuwan meyakini bahwa omega-3 PUFA mampu merangsang sel dan aktivitas gen serta memperbaiki peradangan sel lainnya.
Sumber Diolah : Ditjen P2HP
Sabtu, 23 Februari 2019
Pembesaran Ikan Gurame
Kegiatan pembesaran ikan gurami meliputi Persiapan Wadah Pemeliharaan, Penebaran Benih, Pemeliharaan Benih, Panen dan Pascapanen.
1. Persiapan Wadah Pemeliharaan
Persiapan kolam pada kegiatan pembesaran pada prinsipnya sama seperti persiapan kolam pada kegiatan pendederan yaitu perbaikan kolam, pemupukan, pengapuran, dan pengisian air.
2. Penebaran Benih
a. Pendederan 1
Ukuran benih yang ditebar 0,75-1 cm dengan padat tebar 100 ekor/m2. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 1 kurang lebih 20 hari dengan ukuran panen 1-2 cm.
b. Pendederan 2
Ukuran benih yang ditebar 1-2 cm dengan padat tebar 80 ekor/m2, sedangkan pemberian pakan 20 %. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 2 kurang lebih 30 hari dengan ukuran panen 2-4.
c. Pendederan 3
Ukuran benih yang ditebar 2-3 cm dengan padat tebar 60 ekor/m2. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 3 kurang lebih 40 hari dengan ukuran panen 4-6.
d. Pendederan 4
Ukuran benih yang ditebar 4-6 cm dengan padat tebar 45 ekor/m2. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 4 kurang lebih 40 hari dengan ukuran panen 6-8 cm.
e. Pendederan 5
Ukuran benih yang ditebar 6-8 cm dengan padat tebar 30 ekor/m2. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 5 kurang lebih 40 hari dengan ukuran panen 8-11 cm.
Dalam pemilihan benih tebaran, perhatikan hal-hal berikut ini :
• Kondisi benih sehat, tidak cacat/luka dan gerakan lincah
• Warna sisik tidak terlalu hitam
• Sisik tubuh lengkap/ tidak ada yang lepas
• Tubuh tidak kaku
• Ukuran seragam
Penebaran benih dilakukan 5 hari setelah pemupukan dengan padat tebar dan tinggi air sesuai ukuran benih berikut pakannnya (lihat Tabel ).
f. Pembesaran
Ukuran benih yang ditebar 8-11 cm dengan padat tebar 20 ekor/m2, sedangkan pemberian pakan 4 %, dengan frekuensi pemberian 2 -3 kali/hari. Lama pemeliharaan untuk pembesaran kurang lebih 6 bulan dengan ukuran panen 500-700 gr/ekor dan sintasan mencapai 90 %. Pakan yang digunakan selama pemeliharaan hingga panen dalam pembesaran adalah pelet dan daun-daunan (sente, talas, kajar).
3. Hama dan Penyakit
a. Hama
Bebeasan (Notonecta), Uncrit (Larva cybister), Katak (Rana spec), Ular , Linsang/ biawak, Burung, Ikan Gabus, dan Belut dan Kepiting.
Beberapa jeis ikan peliharaan seperti tawes, mujair dan sepat dapat menjadi pesaing dalam perolehan makanan. Oleh karena itu, sebaiknya benih gurami tidak dicampur pemeliharaannya dengan jenis ikan yang lain. Untuk menghindari gurami dari ikan-ikan pemangsa, pada pipa pemasukkan air dipasang serumbung atau saringan ikan agar hama tidak masuk ke dalam kolam.
b. Penyakit
Binti Merah (White Spot), Bengkak Insang dan Badan ( Myxosporesis), Cacing Insang, Sirip dan Kulit (Dactypogyrus dan girodactyrus), Kutu Ikan (Argulosis), Jamur, Gatal (Trichodiniasis), Bakteri psedomonas flurescens, Bakteri aeromonas punctata
4. Pengendalian Penyakit
Obat herbalis sebagai pengganti obat-obatan kimia antara lain Sirih (Piper betle L) dan Ekstrak Daun Kipahit (Picrasma javanica).
Pengobatan bagi ikan-ikan yang sudah cukup memprihatikan keadaannya, dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia diantaranya : Pengobatan dengan Kalium Permanganat (PK), Pengobatan dengan Neguvon, dan Pengobatan dengan garam dapur
5. Panen
Pemanenan pada kegiatan pembesaran ikan gurami pada dasarnya sama dengan kegiatan pendederan, pemanenan sebaiknya dilakukan pada sore, malam atau pagi (sebelum matahari terbit), pemanenan yang dilakukan pada siang hari menyebabkan kondisi ikan cepat turun karena kepanasan baik pada saat proses pengemasan maupun proses pengiriman, turunnya kondisi ikan tersebut akan meningkatkan potensi ikan menjadi stres dan dapat mengakibatkan kematian, namun apabila akan dipanen dan ikan mau dimatikan maka panen dapat dilakukan pada siang hari.
6. Pascapanen
Penanganan pascapanen ikan gurami dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar, penanganan suhu ikan tetap dingin.
Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu : Sistem terbuka,dan Sistem tertutup
Sumber :
Halim, Mochamad Abdul. 2011. Budidaya Ikan Gurami. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta
1. Persiapan Wadah Pemeliharaan
Persiapan kolam pada kegiatan pembesaran pada prinsipnya sama seperti persiapan kolam pada kegiatan pendederan yaitu perbaikan kolam, pemupukan, pengapuran, dan pengisian air.
- Perbaikan kolam : perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikan pipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran air
- Pemupukan dilakukan untuk menumbuhkan pakan alami, sehingga tersedia pakan yang cukup selama pemeliharaan. Adapun dosis yang digunakan adalah 500 gr/m2.
- Pengapuran dilakukan untuk menstabilkan tingkat keasaman (pH) pada kolam. Dosis yang digunakan adalah 50 gr/m2.
- Kolam diisi air setinggi 70 – 100 cm.
2. Penebaran Benih
a. Pendederan 1
Ukuran benih yang ditebar 0,75-1 cm dengan padat tebar 100 ekor/m2. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 1 kurang lebih 20 hari dengan ukuran panen 1-2 cm.
b. Pendederan 2
Ukuran benih yang ditebar 1-2 cm dengan padat tebar 80 ekor/m2, sedangkan pemberian pakan 20 %. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 2 kurang lebih 30 hari dengan ukuran panen 2-4.
c. Pendederan 3
Ukuran benih yang ditebar 2-3 cm dengan padat tebar 60 ekor/m2. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 3 kurang lebih 40 hari dengan ukuran panen 4-6.
d. Pendederan 4
Ukuran benih yang ditebar 4-6 cm dengan padat tebar 45 ekor/m2. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 4 kurang lebih 40 hari dengan ukuran panen 6-8 cm.
e. Pendederan 5
Ukuran benih yang ditebar 6-8 cm dengan padat tebar 30 ekor/m2. Lama pemeliharaan untuk dipendederan 5 kurang lebih 40 hari dengan ukuran panen 8-11 cm.
Dalam pemilihan benih tebaran, perhatikan hal-hal berikut ini :
• Kondisi benih sehat, tidak cacat/luka dan gerakan lincah
• Warna sisik tidak terlalu hitam
• Sisik tubuh lengkap/ tidak ada yang lepas
• Tubuh tidak kaku
• Ukuran seragam
Penebaran benih dilakukan 5 hari setelah pemupukan dengan padat tebar dan tinggi air sesuai ukuran benih berikut pakannnya (lihat Tabel ).
Tabel Padat tebar benih, tinggi air dan jenis pakan
Tahap
|
Tinggi Air
|
Padat Tebar
|
Jenis Pakan
|
P 1
|
30-40 cm
|
100 ekor/m2
|
Zooplankton, tubefex, pelet halus
|
P 2
|
40-50 cm
|
80 ekor/m2
|
Tepung ikan, bungkil atau pelet halus
|
P 3
|
50-60 cm
|
60 ekor/m2
|
Pelet remah/ pelet kecil
|
P 4
|
60-80 cm
|
45 ekor/m2
|
Pelet/ daun-daunan (sente, talas, kajar)
|
P 5
|
80-100 cm
|
30 ekor/m2
|
Pelet/ daun-daunan (sente, talas, kajar)
|
f. Pembesaran
Ukuran benih yang ditebar 8-11 cm dengan padat tebar 20 ekor/m2, sedangkan pemberian pakan 4 %, dengan frekuensi pemberian 2 -3 kali/hari. Lama pemeliharaan untuk pembesaran kurang lebih 6 bulan dengan ukuran panen 500-700 gr/ekor dan sintasan mencapai 90 %. Pakan yang digunakan selama pemeliharaan hingga panen dalam pembesaran adalah pelet dan daun-daunan (sente, talas, kajar).
3. Hama dan Penyakit
a. Hama
Bebeasan (Notonecta), Uncrit (Larva cybister), Katak (Rana spec), Ular , Linsang/ biawak, Burung, Ikan Gabus, dan Belut dan Kepiting.
Beberapa jeis ikan peliharaan seperti tawes, mujair dan sepat dapat menjadi pesaing dalam perolehan makanan. Oleh karena itu, sebaiknya benih gurami tidak dicampur pemeliharaannya dengan jenis ikan yang lain. Untuk menghindari gurami dari ikan-ikan pemangsa, pada pipa pemasukkan air dipasang serumbung atau saringan ikan agar hama tidak masuk ke dalam kolam.
b. Penyakit
Binti Merah (White Spot), Bengkak Insang dan Badan ( Myxosporesis), Cacing Insang, Sirip dan Kulit (Dactypogyrus dan girodactyrus), Kutu Ikan (Argulosis), Jamur, Gatal (Trichodiniasis), Bakteri psedomonas flurescens, Bakteri aeromonas punctata
4. Pengendalian Penyakit
Obat herbalis sebagai pengganti obat-obatan kimia antara lain Sirih (Piper betle L) dan Ekstrak Daun Kipahit (Picrasma javanica).
Pengobatan bagi ikan-ikan yang sudah cukup memprihatikan keadaannya, dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia diantaranya : Pengobatan dengan Kalium Permanganat (PK), Pengobatan dengan Neguvon, dan Pengobatan dengan garam dapur
5. Panen
Pemanenan pada kegiatan pembesaran ikan gurami pada dasarnya sama dengan kegiatan pendederan, pemanenan sebaiknya dilakukan pada sore, malam atau pagi (sebelum matahari terbit), pemanenan yang dilakukan pada siang hari menyebabkan kondisi ikan cepat turun karena kepanasan baik pada saat proses pengemasan maupun proses pengiriman, turunnya kondisi ikan tersebut akan meningkatkan potensi ikan menjadi stres dan dapat mengakibatkan kematian, namun apabila akan dipanen dan ikan mau dimatikan maka panen dapat dilakukan pada siang hari.
6. Pascapanen
Penanganan pascapanen ikan gurami dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar, penanganan suhu ikan tetap dingin.
Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu : Sistem terbuka,dan Sistem tertutup
Sumber :
Halim, Mochamad Abdul. 2011. Budidaya Ikan Gurami. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta
Jumat, 22 Februari 2019
Pengolahan Ikan Kering/Asin
Proses produksi ikan kering dapat dibagi dalam beberapa
tahap yaitu : 1) proses pembersihan ikan, 2) pembelahan/pemotongan, 3) pencucian, 4) penggaraman, dan 5) penjemuran. Pada proses pembersihan, ikan-ikan yang diperoleh dari nelayan dibersihkan dari semua kotoran sehingga yang tersisa adalah ikan yang bersih dari berbagai campuran kotoran. Setelah itu ikan dibelah/dipotong dengan ketebalan/panjang tertentu dan selanjutnya dicuci menggunakan air bersih dan
kemudian diberi garam. Setelah itu barulah dikeringkan menggunakan tenaga matahari. Jika cuaca terik maka penjemuran cukup dilakukan sehari, tetapi jika cuaca mendung maka penjemuan harus dilakukan 2-3 hari. Prinsipnya adalah, ikan hasil olahan tersebut dikeringkan sedemikian rupa sehingga masih memberikan bobot ketika ditimbang.
Proses produksi seperti ini menimbulkan ketergantungan pada alam sangat tinggi. Oleh karena itu, mungkin perlu dipertimbangkan dintroduksi teknologi tepatguna sehingga dapat mengurangi factor alam dalam proses produksi ikan kering.
Alat dan Bahan
1. Alat yang dipergunakan :
Prosedur Pembuatan Ikan Asin Kering
Anonymous. 2013. Pola Pembiayaan UMKM Usaha Pengolahan Ikan Kering di Kota Bengkulu. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Bengkulu
tahap yaitu : 1) proses pembersihan ikan, 2) pembelahan/pemotongan, 3) pencucian, 4) penggaraman, dan 5) penjemuran. Pada proses pembersihan, ikan-ikan yang diperoleh dari nelayan dibersihkan dari semua kotoran sehingga yang tersisa adalah ikan yang bersih dari berbagai campuran kotoran. Setelah itu ikan dibelah/dipotong dengan ketebalan/panjang tertentu dan selanjutnya dicuci menggunakan air bersih dan
kemudian diberi garam. Setelah itu barulah dikeringkan menggunakan tenaga matahari. Jika cuaca terik maka penjemuran cukup dilakukan sehari, tetapi jika cuaca mendung maka penjemuan harus dilakukan 2-3 hari. Prinsipnya adalah, ikan hasil olahan tersebut dikeringkan sedemikian rupa sehingga masih memberikan bobot ketika ditimbang.
Proses produksi seperti ini menimbulkan ketergantungan pada alam sangat tinggi. Oleh karena itu, mungkin perlu dipertimbangkan dintroduksi teknologi tepatguna sehingga dapat mengurangi factor alam dalam proses produksi ikan kering.
Alat dan Bahan
1. Alat yang dipergunakan :
- Timbangan. Dipakai untuk menimbang ikan dan garam
- Ember besar. Dipakai sebagai wadah ikan teri setelah selesai ditimbang/pencucian/tempat penggaraman.
- Keranjang . Tempat ikan teri yang akan direbus, keranjang ini digunakan agar ikan teri tidak berserak waktu masuk ke tungku perebusan
- Para-para.Digunakan untuk tempat pengeringan/penjemuran
- Plastik. Sebagai tempat penyimpanan ikan teri yang sudah dijemur untuk kelompok kemasan kecil
- Kardus. Sebagai tempat penyimpanan ikan teri yang sudah diolah untuk kelompok kemasan besar
- Sealer. Dipakai untuk menutup plastik
- Ikan segar
- Garam
Prosedur Pembuatan Ikan Asin Kering
- Penimbangan. Ikan yang akan diproses ditimbang dan ditempatkan dalam keranjang plastik sebelum dicuci.
- Pencucian. Pencucian ikan dilakukan dengan air untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang tercampur dengan ikan, menghilangkan darah dan lendir sebanyak dua kali hingga bersih.
- Penggaraman. Ikan yang dibersihkan diberi garam sebanyak 3 : 1 antara garam dan berat ikan.
- Penirisan. Penirisan dilakukan dengan mengangin-angin ikan teri yang telah direbus dengan alami ataupun dengan bantuan blower/kipas. Pengipasan dapat menurunkan panas pada ikan teri setelah dari perebusan.
- Pencucian. Pencucian dilakukan untuk membersihkan garam yang menempel (kualitas warna dan jenis garam tergantung jenis ikan yang akan diproses).
- Pengeringan. Pengeringan/penjemuran ikan dapat dilakukan dengan meletakan ikan dalam para-para kemudian dijemur disinar matahari (8-10 jam, tergantung jenis ikan dan cuaca).
- Disortasi/seleksi.
- Dikemas.
Anonymous. 2013. Pola Pembiayaan UMKM Usaha Pengolahan Ikan Kering di Kota Bengkulu. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Bengkulu
Minggu, 17 Februari 2019
Falsafah Penyuluhan Perikanan
Penyuluhan perikanan di seluruh dunia pada prinsipnya didasarkan pada falsafah berikut ini :
Penyuluhan perikanan merupakan kebutuhan ekonomi
Saat ini, sebagian besar pemerintah telah menyadari bahwa tanpa penduduk pedesaan yang stabil, produktif, dan merasa puas akan kehidupannya akan sangat mungkin menyebabkan semua faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi gagal. Tidak ada negara manapun yang mampu mengabaikan penduduk pedesaan , alasannya antara lain :
Pertama, setiap negara membutuhkan banyak pasokan sumber pangan pokok yang dapat diandalkan seluruh bangsa. Umumnya , penduduk kota tidak menghasilkan bahan pangan bagi mereka sendiri. Di negara di mana para petani / pembudidaya ikan yang tidak puas atau sangat tidak efisien, pasokan bahan pangan tidak dapat memenuhi kebutuhan seluruh bangsa .
Kedua, di mana ada perbedaan yang besar antara standar hidup warga kota dan masyarakat pedesaan , banyak pria muda terbaik di pedesaan akan cenderung meninggalkan pertanian/perikanan dan merantau ke kota-kota. Tapi kota ini tidak selalu mampu menyerap mereka. Dan seringkali hal ini yang menjadi penyebab tingginya kepadatan penduduk yang kumuh, pengangguran , gelandangan , serta kerusuhan sosial .
Ketiga, telah ditemukan bahwa selain memproduksi bahan pangan , seorang pelaku utama yang modern juga dapat menumbuhkan industri perikanan. Industri perikanan ini mampu menyediakan bahan baku dan beragam industri perikanan akan membantu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan negara.
Ini adalah beberapa alasan penting mengapa pemerintah menggalakan program penyuluhan khususnya sektor perikanan di seluruh dunia. Penyuluhan melayani tujuan ekonomi bangsa . Usaha perikanan harus progresif dan efisien, sama seperti industri lainnya, atau seluruh bangsa akan menderita. Tapi persyaratan pertama untuk memajukannya adalah informasi akan inovasi teknologi. Tujuan penyuluhan adalah untuk membawa informasi ini kepada mereka yang membutuhkannya .
Penyuluhan perikanan didasarkan pada penelitian
Fokus utama dari penyuluhan adalah terhadap para pelaku utama/usaha dan hal-hal yang menyebabkan pelaku utama/usaha bertindak seperti yang diharapkan atau bagaimana mempengaruhi mereka untuk berubah. Setidaknya ada dua hal yang diperlukan untuk membawa perubahan , yaitu :
1. Sumber informasi baru ; dan
2. penyebaran informasi
Informasi tidak hanya keluar keluar begitu saja, tapi harus dicari dan dipikirkan. Itulah mengapa adanya kebutuhan terhadap lembaga penelitian untuk mendapatkan informasi inovasi teknologi. Para peneliti, di sisi lain, tidak tahu jenis informasi apa yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi para pelaku utama/usaha .
Oleh karena itu, pekerjaan pertama yang penyuluh harus lakukan adalah membantu para pelaku utama/usaha mendefinisikan masalah mereka sendiri. Setelah masalah telah diidentifikasi, penyuluh dapat mengkomunikasikannya dengan para peneliti, yang kemudian akan mencoba untuk mencari solusi. Seringkali para pelaku utama mengandalkan pengalaman mereka untuk memecahkan masalah baru yang mereka hadapi, dan merasa tidak membuthkan penelitian. Tetapi sekali lagi, penyuluh harus membawa solusi bagi mereka. Dia harus mampu menerjemahkan bahasa penelitian yang rumit menjadi bahasa yang jelas dan mudah dimengerti, dan menunjukkan kepada mereka bagaimana, kapan , dan di mana pengetahuan baru itu dapat menguntungkan jika diterapkan.
Penyuluhan mendasarkan program pada kebutuhan masyarakat sebagaimana kebutuhan teknis dan ekonomi nasional
Semua orang menginginkan tujuan yang lebih tinggi dalam hidup. Setelah orang yakin terhadap sebuah nilai dari metode baru dan metode baru ini akan membantu mereka mencapai tujuan mereka, mereka akan berubah untuk mencapai tujuan ini diinginkan. Oleh karena itu , tugas utama dari penyuluhan adalah untuk meyakinkan orang-orang terhadap manfaat teknologi yang baru dan lebih baik. Penyuluhan membuka jalan bagi kemajuan lebih lanjut dengan membuat masyarakat menyadari manfaat yang akan diperoleh dari program ini .
Penyuluhan adalah proses pendidikanKonsep bahwa fungsi yang lebih luas dari penyuluhan adalah untuk membantu orang dalam memecahkan masalah mereka sendiri melalui penerapan pengetahuan ilmiah, saat ini berlaku secara umum. Jika ini benar , maka penyuluhan harus dianggap sebagai bagian besar dari pendidikan. Tapi ini berbeda dengan jenis pendidikan yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Perbedaan utamanya adalah bahwa penyuluhan tidak melibatkan paksaan apapun. Penyuluhan tergantung pada kemampuan penyuluh untuk menginspirasi masyarakat dan menciptakan keinginan untuk kegiatan produksi yang lebih efisien, dan kondisi kehidupan yang lebih baik di pedesaan . Masyarakat harus didorong untuk bertemu dalam kelompok untuk penyebaran informasi dan membantu mereka untuk memenuhi kebutuhannya. Jika penyuluh mampu mencurahkan lebih banyak upaya untuk menciptakan kebutuhan akan informasi, pelaku utama/usaha akan datang dan memintanya, daripada menawarkan informasi tersebut kepada mereka
Penyuluhan berbeda dari pendidikan formal dalam aspek lain. Hal ini berkaitan tidak hanya dengan belajar, tetapi juga dengan penerapan pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari . Ini adalah jenis pendidikan yang sangat praktis dan konkret yang dapat dimanfaatkan sekaligus.
Semua definisi penyuluhan melibatkan perubahan dalam perilaku masyarakat, mungkin mengakibatkan perbaikan lebih lanjut dalam proses produksi, kondisi kehidupan yang lebih baik dan penguatan perekonomian nasional. Fundamental untuk setiap perubahan perilaku yang permanen adalah sikap.
Dalam rangka untuk mengubah perilaku banyak orang , penyuluhan harus terlebih dahulu menunjukan sikap mereka terhadap perubahan dan memotivasi mereka untuk memperbaiki kondisi hidup mereka sendiri.
Membawa perubahan dalam sikap adalah fungsi pendidikan dasar penyuluhan . Telah dikatakan bahwa penyuluhan tidak semata-mata berkaitan dengan pengajaran dan penerimaan praktikal ditingkatkan tertentu , tetapi dengan mengubah pandangan masyarakat dan mendorong mereka untuk mengambil inisiatif dalam meningkatkan kehidupan mereka. Efektivitas penyuluhan diukur dengan kemampuannya untuk maju dari situasi statis yang berlaku di daerah pedesaan .
Perubahan dapat disebabkan oleh (1) pilihan, dan (2) dengan kekerasan atau paksaan. Pilihan dapat diwakili oleh pendidikan. Ini adalah sarana untuk memasok orang-orang dengan pengetahuan , pengalaman dan/atau pengetahuan . Paksaan dapat diwakili oleh pasokan dan jasa dalam bentuk masukan fisik/material.
Ide memberikan pendidikan (pilihan) bukan hal fisik secara umum, dan sering dinyatakan dengan istilah "membantu orang untuk membantu diri mereka sendiri". Pendidikan adalah tujuan utama dari penyuluhan. Orang lain mungkin menekankan input fisik (force) dan membuat orang tergantung pada mereka.
Penyuluhan bekerja sama dengan orang lain yang bertujuan untuk mengembangkan individu, masyarakat dan bangsa
Penyuluhan hanya salah satu dari banyak faktor yang cenderung menghasilkan perubahan dalam masyarakat. Penyuluhan Perikanan utamanya berfokus bersangkutan pada perubahan untuk meningkatkan produksi perikanan.
Sumber :
Anonymous. Brackishwater Aquaculture Development And Training Project. Bureau Of Fisheries And Aquatic Resources. Department Of Natural Resources. Republic Of The Philippines
Penyuluhan perikanan merupakan kebutuhan ekonomi
Saat ini, sebagian besar pemerintah telah menyadari bahwa tanpa penduduk pedesaan yang stabil, produktif, dan merasa puas akan kehidupannya akan sangat mungkin menyebabkan semua faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan ekonomi gagal. Tidak ada negara manapun yang mampu mengabaikan penduduk pedesaan , alasannya antara lain :
Pertama, setiap negara membutuhkan banyak pasokan sumber pangan pokok yang dapat diandalkan seluruh bangsa. Umumnya , penduduk kota tidak menghasilkan bahan pangan bagi mereka sendiri. Di negara di mana para petani / pembudidaya ikan yang tidak puas atau sangat tidak efisien, pasokan bahan pangan tidak dapat memenuhi kebutuhan seluruh bangsa .
Kedua, di mana ada perbedaan yang besar antara standar hidup warga kota dan masyarakat pedesaan , banyak pria muda terbaik di pedesaan akan cenderung meninggalkan pertanian/perikanan dan merantau ke kota-kota. Tapi kota ini tidak selalu mampu menyerap mereka. Dan seringkali hal ini yang menjadi penyebab tingginya kepadatan penduduk yang kumuh, pengangguran , gelandangan , serta kerusuhan sosial .
Ketiga, telah ditemukan bahwa selain memproduksi bahan pangan , seorang pelaku utama yang modern juga dapat menumbuhkan industri perikanan. Industri perikanan ini mampu menyediakan bahan baku dan beragam industri perikanan akan membantu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan negara.
Ini adalah beberapa alasan penting mengapa pemerintah menggalakan program penyuluhan khususnya sektor perikanan di seluruh dunia. Penyuluhan melayani tujuan ekonomi bangsa . Usaha perikanan harus progresif dan efisien, sama seperti industri lainnya, atau seluruh bangsa akan menderita. Tapi persyaratan pertama untuk memajukannya adalah informasi akan inovasi teknologi. Tujuan penyuluhan adalah untuk membawa informasi ini kepada mereka yang membutuhkannya .
Penyuluhan perikanan didasarkan pada penelitian
Fokus utama dari penyuluhan adalah terhadap para pelaku utama/usaha dan hal-hal yang menyebabkan pelaku utama/usaha bertindak seperti yang diharapkan atau bagaimana mempengaruhi mereka untuk berubah. Setidaknya ada dua hal yang diperlukan untuk membawa perubahan , yaitu :
1. Sumber informasi baru ; dan
2. penyebaran informasi
Informasi tidak hanya keluar keluar begitu saja, tapi harus dicari dan dipikirkan. Itulah mengapa adanya kebutuhan terhadap lembaga penelitian untuk mendapatkan informasi inovasi teknologi. Para peneliti, di sisi lain, tidak tahu jenis informasi apa yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi para pelaku utama/usaha .
Oleh karena itu, pekerjaan pertama yang penyuluh harus lakukan adalah membantu para pelaku utama/usaha mendefinisikan masalah mereka sendiri. Setelah masalah telah diidentifikasi, penyuluh dapat mengkomunikasikannya dengan para peneliti, yang kemudian akan mencoba untuk mencari solusi. Seringkali para pelaku utama mengandalkan pengalaman mereka untuk memecahkan masalah baru yang mereka hadapi, dan merasa tidak membuthkan penelitian. Tetapi sekali lagi, penyuluh harus membawa solusi bagi mereka. Dia harus mampu menerjemahkan bahasa penelitian yang rumit menjadi bahasa yang jelas dan mudah dimengerti, dan menunjukkan kepada mereka bagaimana, kapan , dan di mana pengetahuan baru itu dapat menguntungkan jika diterapkan.
Penyuluhan mendasarkan program pada kebutuhan masyarakat sebagaimana kebutuhan teknis dan ekonomi nasional
Semua orang menginginkan tujuan yang lebih tinggi dalam hidup. Setelah orang yakin terhadap sebuah nilai dari metode baru dan metode baru ini akan membantu mereka mencapai tujuan mereka, mereka akan berubah untuk mencapai tujuan ini diinginkan. Oleh karena itu , tugas utama dari penyuluhan adalah untuk meyakinkan orang-orang terhadap manfaat teknologi yang baru dan lebih baik. Penyuluhan membuka jalan bagi kemajuan lebih lanjut dengan membuat masyarakat menyadari manfaat yang akan diperoleh dari program ini .
Penyuluhan adalah proses pendidikanKonsep bahwa fungsi yang lebih luas dari penyuluhan adalah untuk membantu orang dalam memecahkan masalah mereka sendiri melalui penerapan pengetahuan ilmiah, saat ini berlaku secara umum. Jika ini benar , maka penyuluhan harus dianggap sebagai bagian besar dari pendidikan. Tapi ini berbeda dengan jenis pendidikan yang diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Perbedaan utamanya adalah bahwa penyuluhan tidak melibatkan paksaan apapun. Penyuluhan tergantung pada kemampuan penyuluh untuk menginspirasi masyarakat dan menciptakan keinginan untuk kegiatan produksi yang lebih efisien, dan kondisi kehidupan yang lebih baik di pedesaan . Masyarakat harus didorong untuk bertemu dalam kelompok untuk penyebaran informasi dan membantu mereka untuk memenuhi kebutuhannya. Jika penyuluh mampu mencurahkan lebih banyak upaya untuk menciptakan kebutuhan akan informasi, pelaku utama/usaha akan datang dan memintanya, daripada menawarkan informasi tersebut kepada mereka
Penyuluhan berbeda dari pendidikan formal dalam aspek lain. Hal ini berkaitan tidak hanya dengan belajar, tetapi juga dengan penerapan pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari . Ini adalah jenis pendidikan yang sangat praktis dan konkret yang dapat dimanfaatkan sekaligus.
Semua definisi penyuluhan melibatkan perubahan dalam perilaku masyarakat, mungkin mengakibatkan perbaikan lebih lanjut dalam proses produksi, kondisi kehidupan yang lebih baik dan penguatan perekonomian nasional. Fundamental untuk setiap perubahan perilaku yang permanen adalah sikap.
Dalam rangka untuk mengubah perilaku banyak orang , penyuluhan harus terlebih dahulu menunjukan sikap mereka terhadap perubahan dan memotivasi mereka untuk memperbaiki kondisi hidup mereka sendiri.
Membawa perubahan dalam sikap adalah fungsi pendidikan dasar penyuluhan . Telah dikatakan bahwa penyuluhan tidak semata-mata berkaitan dengan pengajaran dan penerimaan praktikal ditingkatkan tertentu , tetapi dengan mengubah pandangan masyarakat dan mendorong mereka untuk mengambil inisiatif dalam meningkatkan kehidupan mereka. Efektivitas penyuluhan diukur dengan kemampuannya untuk maju dari situasi statis yang berlaku di daerah pedesaan .
Perubahan dapat disebabkan oleh (1) pilihan, dan (2) dengan kekerasan atau paksaan. Pilihan dapat diwakili oleh pendidikan. Ini adalah sarana untuk memasok orang-orang dengan pengetahuan , pengalaman dan/atau pengetahuan . Paksaan dapat diwakili oleh pasokan dan jasa dalam bentuk masukan fisik/material.
Ide memberikan pendidikan (pilihan) bukan hal fisik secara umum, dan sering dinyatakan dengan istilah "membantu orang untuk membantu diri mereka sendiri". Pendidikan adalah tujuan utama dari penyuluhan. Orang lain mungkin menekankan input fisik (force) dan membuat orang tergantung pada mereka.
Penyuluhan bekerja sama dengan orang lain yang bertujuan untuk mengembangkan individu, masyarakat dan bangsa
Penyuluhan hanya salah satu dari banyak faktor yang cenderung menghasilkan perubahan dalam masyarakat. Penyuluhan Perikanan utamanya berfokus bersangkutan pada perubahan untuk meningkatkan produksi perikanan.
Sumber :
Anonymous. Brackishwater Aquaculture Development And Training Project. Bureau Of Fisheries And Aquatic Resources. Department Of Natural Resources. Republic Of The Philippines
Langganan:
Postingan (Atom)






