Minggu, 14 Januari 2018

KESEHATAN KEUANGAN KELOMPOK

1.1. Pengertian
Pemeriksaan kesehatan keuangan kelompok adalah alat untuk melihat makna hubungan dari berbagai posisi keuangan kelompok, serta merupakan hasil dari pencerminan pengelolaan keuangannya sekaligus sebagai alat kendali.

1.2. Manfaat Pemeriksaan
·      Memperoleh informasi kondisi keuangan kelompok.
·      Mengetahui mutu hasil kerja pengurus.
·      Mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam pengelolaan keuangan.
·      Mengendalikan agar sesuai dengan tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan (dalam AD/ART).

1.3. Posisi-posisi Penting yang harus Diperiksa
·      Tingkat tunggakan
·      Tingkat pertumbuhan kekayaan
·      Tingkat pertumbuhan modal sendiri
·      Tingkat utang
·      Tingkat penggunaan dana produktif
·      Tingkat hasil usaha
·      Tingkat perputaran dana
·      Tingkat ketangguhan menanggung resiko
·      Tingkat kehematan biaya (efisiensi)
·      Tingkat pemerataan pinjaman

1.4. Cara Memeriksa Posisi-posisi Penting 
a)   Tingkat tunggakan =    jumlah tunggakan    x 100%
   jumlah sisa pinjaman
              Posisi ideal : kurang dari 3%

b)   Tingkat pertumbuhan kekayaan

=  Jumlah kekayaan th. Ini – juml kekayaan th. Lalu    x 100%
                         jumlah kekayaan th. Lalu

         Posisi ideal : semakin besar semakin baik


c)   Tingkat pertumbuhan modal sendiri

=   juml SP + SW + SS + Cad th ini – juml SP + SW + SS + Cad th lalu       x 100%
                                  juml SP + SW + SS + Cad th. Lalu

     Posisi ideal : semakin besar semakin baik


d)   Tingkat utang  =          jumlah utang             x  100%
                                            jumlah modal sendiri

                 Posisi ideal : semakin kecil semakin baik


e)   Tingkat penggunaan dana produktif  

=  Bagian kekayaan yang menghasilkan (piutang, deposito, investasi)   x 100%
                                                      jumlah kekayaan

                      Posisi ideal : di atas 85%
                      Dana tidak produktif seperti uang kas, inventaris

f)    Tingkat hasil usaha    

=     Juml pendapatan hingga akhir tahun ini     x  100%
Rata-rata kekayaan yang produktif
           
Posisi ideal : lebih besar dibanding bunga deposito rata-rata.

Rata-rata kekayaan produktif
= (juml kekayaan produktif di awal tahun + juml kekayaan produktif di akhir tahun) : 2


g)   Tingkat perputaran dana

=  Juml pinjaman yang dicairkan selama setahun    x 100%
                 rata-rata juml kekayaan

                        Posisi ideal : semakin besar semakin baik.
           
Rata-rata jumlah kekayaan
= (juml kekayaan di awal tahun + juml kekayaan di akhir tahun) : 2


h)   Tingkat ketangguhan menanggung resiko

               =  Juml dana cadangan + SP + SW       x 100%
                            juml nominal tunggakan

Posisi ideal lebih dari 100 %


i)     Tingkat efisiensi biaya  =

 =     Juml biaya selama satu tahun                x 100%
     juml pendapatan selama satu tahun

Posisi ideal kurang dari 75%


j)     Tingkat pemerataan pinjaman  =

                      =  Juml peminjam yang masih mempunyai saldo pinjaman x 100%
                                                          jumlah anggota

Posisi ideal : lebih dari 65%.



SUMBER:


Anonimous, 2006. Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Nomor 16 Tahun 2006.
Anonimous, 2007. Modul Pelatihan Kelompok. Program Pengembangan Kecamatan, Regional Management Unit Wilayah - VII Jawa Timur.
http://komunitaspenyuluhperikanan.blogspot.com
Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Pranoto, J dan Suprapti, W. 2006. Membangun Kerjasama Tim (Team Building). Lembaga Administrasi Negara – Republik Indonesia, Jakarta.
Razi F dan Purnama R, 2010. Modul Teknik Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok. Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Sabtu, 13 Januari 2018

Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) Strain Sinyonya Kelas Benih Sebar (Ringkasan SNI 01-6137-1999)

BATASAN
Standar ini  meliputi definisi, istilah, persyaratan produksi serta cara pengukuran. Produksi benih ikan mas strain sinyonya kelas benih sebar ukuran larva, kebul, putihan, belo dan sangkal adalah suatu rangkaian kegiatan pra produksi, proses produksi dan pemanenan untuk menghasilkan benih ikan mas strain sinyonya kelas benih sebar (SNI 01-61361999). 


PERSYARATAN PRODUKSI
Pra produksi
1)   Lokasi : kolam dan sawah : kawasan bebas banjir dan bebas dari pengaruh pencemaran, jenis tanah liat berpasir, air tersedia sepanjang tahun dan memenuhi persyaratan minimal baku mutu budidaya, ketinggian lahan : 0 m - 1000 m di atas permukaan laut.
2)   Sumber air : jernih tidak tercemar, tersedia sepanjang tahun, suplai pemasukan dan pembuangan air  melalui  pipa PVC, bis atau saluran tembok kedap air atau tanah.
3)   Wadah : a) produksi larva : berupa hapa, bak dan kolam; b) produksi kebul (pendederan I) berupa kolam tanah ukuran ≥ 500 m2; c) produksi putihan, belo dan sangkal (pendederan II, III dan IV) berupa kolam tanah ukuran ≥ 500 m2, sawah dan karamba jaring apung, dengan mata jaring 0,5 - 1,0 cm.
4)   Induk : sesuai dengan SNI 01-6136-1999.
5)   Bahan : a) pakan : pelet kandungan protein ≥ 30 %, lemak 6 - 8% (bobot kering); b) pupuk : organik (pupuk kandang); c) bahan kimia dan obat-obatan : biru metilena, kalium permanganat, organo fosfat, formalin, kapur tohor (CaO) dan oksitetrasiklina (bila diperlukan).
6)   Peralatan : kakaban, hapa, pengukur kualitas air dan peralatan lapangan (timbangan, waring, ember, lambit, cangkul). 

Proses produksi
1)   Produksi larva (pemijahan dan penetasan telur) : a) kualitas air media : suhu 25 - 30ºC, pH : 6,5 - 8,5, debit air untuk penetasan telur : 0,5 liter/detik, oksigen terlarut : minimal 5 mg/l; ketinggian air : 50 - 70 cm; b) penggunaan bahan kimia : kalium permanganat 2 - 4 mg/l, biru metilena 1 - 3 mg/l; c) penggunaan obat-obatan : oksitetrasiklina 5 - 10 mg/l (bila diperlukan); d) padat tebar : induk untuk pemijahan 2 kg induk betina/4 m2 sedangkan  telur untuk penetasan  10.000 - 20.000 butir/ m2 kakaban; d) waktu : penetasan telur  45 jam pada suhu 25ºC sedangkan pemeliharaan larva 4 hari. 
2)   Produksi kebul, putihan, belo dan sangkal (pendederan I, II, III dan IV) : a) kualitas dan kuantitas air media di kolam : suhu optimum 28ºC, pH : 6,5 - 8,5, debit air : (0,4 - 0,7) liter/detik, untuk luas kolam 500 m2, oksigen terlarut ≥ 5 mg/l, ketinggian air 50 - 70 cm, kecerahan sechi disk 25 cm; b) kualitas dan kuantitas air media di sawah : suhu optimum 28ºC, pH : 6,5 - 8,5, debit air : (0,4 - 0,7) liter/detik, oksigen terlarut ≥ 5 mg/l, tinggi air di pelataran 10 - 20 cm; c) kualitas air media di jaring apung: Suhu  25 - 30ºC, pH : 6,5 - 8,5, ketinggian air 1 - 1,5 m, kedalaman air ≥ l,5 m dari dasar jaring pada saat surut terendah, kecerahan > 3 meter;  d) penggunaan bahan kimia : organo fosfat 1 - 4 ppm hanya untuk produksi kebul (pendederan I); e) penggunaan obatobatan : formalin 25 ppm, oksitetrasiklina 5 - 10 mg/l (bila diperlukan).   

Tabel  : Standar proses produksi benih ikan mas sinyonya pada setiap tingkatan pemeliharaan di kolam


CARA PENGUKURAN DAN PENENTUAN
1)   Suhu : dilakukan dengan menggunakan termometer, di permukaan air dan dasar wadah dengan frekuensi dua kali per hari pada pagi dan sore.
2)   pH air : dilakukan dengan menggunakan pH meter atau pH indikator (kertas lakmus) sesuai dengan spesifikasi teknis alat.
3)   Debit air : dilakukan dengan mengukur volume air masuk ke dalam wadah penampungan dibagi waktu yang dibutuhkan dalam liter per detik.
4)   Ketinggian air : jarak antara dasar wadah pemeliharaan sampai ke permukaan air, menggunakan penggaris dalam centimeter.
5)   Kecerahan air : jarak antara permukaan air ke sechi disk (garis tengah ≥  25 cm)  saat pertama kali piringan tidak terlihat (cm).
6)   Penggunaan bahan : a) jumlah pakan =  bobot rata-rata ikan (≥ 30 ekor ikan sampel) x jumlah populasi ikan yang ditanam x %  tingkat pemberian pakan yang telah ditetapkan dalam gram atau kilogram; b) jumlah pupuk (gr atau kg)  = dosis pupuk /m2 x luas wadah pemeliharaan; c) jumlah kapur (kg atau gr) = dosis kapur/m2 x  luas wadah pemeliharaan;  d) jumlah organo fosfat = takaran bahan sebanyak satu sampai dengan empat bagian organo fosfat dalam 999.999 bagian air media; e) padat tebar benih = Σ benih yang ditebar/m2  x  luas wadah pemeliharaan.
7)   Panjang total : jarak antara ujung mulut sampai dengan ujung sirip ekor menggunakan jangka sorong atau penggaris dalam centimeter atau millimeter.
8)   Bobot badan : menimbang benih menggunakan timbangan analitis, dalam gram atau miligram.

REFERENSI
BSN, 1999. SNI 01-6137-1999  Produksi Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) Strain Sinyonya Kelas Benih Sebar. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
https://www.google.co.id/search

Jumat, 12 Januari 2018

Produksi Ikan Mas (Cyprinus carpio) Strain Majalaya Kelas Pembesaran di Karamba Jaring Apung (Ringkasan SNI 01-6494.1.2000)

BATASAN
Standar ini menetapkan  persyaratan dan cara pengukuran dan penentuan produksi  benih ikan mas strain majalaya kelas pembesaran  di keramba jaring apung. 

PERSYARATAN PRODUKSI 
Pra produksi
1)   Lokasi : terletak diperairan umum, memenuhi persyaratan minimal kualitas air untuk budidaya, kedalaman air minimal 5 meter dari dasar jaring saat surut terendah, kekuatan arus 20 - 40 cm, luas areal peruntukan pemasangan jaring ≤ 10 % dari luas potensi perairan atau 1 % dari perairan waktu surut terendah dan luas jaring ≤  10 % luas areal peuntukan pemasangan jaring.
2)   Wadah Budidaya : a) kerangka : bahan kayu tahan air, bambu atau besi dicat anti karat,  ukuran 7x 7 m2, bentuk persegi; b) pelampung : bahan styrofoam atau drum, bentuk silindris, volume 200 liter, jumlah pelampung minimal 8 buah/ jaring; c) tali jangkar : bahan polyetiline (PE), panjang 1,5 kali kedalaman perairan, jumlah 5 utas/jaring, diameter 0.75 inci; d) jangkar : bahan besi/blok beton/batu, bentuk segi empat, berat minimal 40 kg /buah, jumlah 5 buah/ jaring; e) jaring : bahan polyetiline (PE 210 D/12), ukuran mata jaring 1 inci, warna hijau, ukuran jaring (7x7x2,5)m3.
3)   Benih : sangkal ikan mas kelas benih sebar keturunan pertama dari induk dasar hasil seleksi sesuai SNI 01-4266-1996.
4)   Pakan buatan : sesuai SNI 01-4266-1996. 
5)   Bahan kimia dan obat obatan : antibiotik, formalin, garam dapur, biru metiline, kalium permanganat.(KMnO4).  Catatan : antibiotik tidak diperbolehkan.
6)   Peralatan : lambit, pembersih jaring, pengukur kualitas air (termometer, sechsi disk, DO meter, pH meter), peralatan lapangan (timbangan, hapa, waring, ember, alat panen, dll).

Proses Produksi
1)   Kualitas air : suhu 25 - 30ºC, pH 6,50 - 8,6 , oksigen terlarut < 5 ppm, amoniak (NH3) > 0.02 ppm, kelimpahan plankton 5.000 - 10.000 individu/ml.
2)   Padat tebar benih : seperti tabel di bawah ini.
3)   Waktu pemeliharaan : seperti tabel di bawah ini.
4)   Penggunaan  pakan  : seperti tabel di bawah ini.
5)   Penggunaan bahan kimia dan obat-obatan : seperti tabel di bawah ini; dengan cara merendam atau dicampurkan dalam pakan. Antibiotik digunakan minimal 3 (tiga) minggu sebelum dipanen.
Tabel : Padat penebaran, ukuran benih dan jumlah pakan produksi ikan mas strain majalaya kelas pembesaran

Pemanenan 
Sintasan produksi dan ukuran ikan : seperti pada tabel di atas. 

CARA PENGUKURAN DAN PENENTUAN 
1)   Suhu : dengan termometer, dipermukaan dan dasar  pada pagi dan sore.
2)   pH air : pH meter atau pH indikator (kertas lakmus).
3)   Oksigen terlarut : dengan DO meter, pada permukaan air dan dasar wadah 2 kali/hari, pagi dan sore.
4)   4) NH3 :   dengan water test kit (ppm).
5)   Ketinggian air : dengan penggaris yaitu mengukur jarak antara dasar wadah sampai ke permukaan air, penggaris (cm). 
6)   Kecerahan air : dengan sechi disk (garis tengah ≥ 25 cm) diberi tali/tangkai yang dimasukkan ke dalam wadah pemeliharaan, mengukur jarak antara permukaan air ke piringan saat pertama piringan tidak terlihat (cm).
7)   Kuat arus : dengan menggunakan  current meter.
8)   Kelimpahan plankton : dengan  mikrotransek, ambil  contoh air media, disaring dengan plaknton net. Kelimpahan dihitung dengan cara mengambil air sampel, diamati dengan mikroskop, hitung  jumlah individu plankton yang bergerak (invidu/milliliter).
9)   Kebutuhan pakan = berat rata-rata ikan dikalikan  Î£ populasi ikan yang ditanam dikalikan  % pakan yang telah diberikan (g atau kg).
10) Jumlah padat tebar benih = (Σ benih ditebar/m2)  X  luas wadah pemeliharaan.
11) Waktu pemeliharaan =  Î£ waktu mulai benih ditebar sampai dengan saat panen (hari). 
12) Panjang total = mengukur jarak antara ujung mulut - ujung sirip ekor  dengan jangka sorong atau penggaris (cm).
13) Pengukuran bobot :  menimbang dengan timbangan (g atau kg).
14) Sintasan produksi = Σ  populasi ikan hidup (saat panen)  dibagi  Î£  yang tebar (%).

REFERENSI
BSN, 2000. SNI 01-6494.1.2000  Produksi Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) Strain Majalaya Kelas Pembesaran di Karamba Jaring Apung. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
https://www.google.co.id/search