Jumat, 14 Desember 2018

PEMBINAAN MANAJERIAL KELOMPOK

Tumbuh dan berkembangnya kelompok - kelompok dalam masyarakat, umumnya didasarkan atas adanya kepentingan dan tujuan bersama, sedangkan kekompakan kelompok tersebut tergantung pada faktor pengikat yang dapat meningkatkan keakraban individu-individu yang menjadi anggota kelompok.

Dengan berkelompok maka pelaku utama akan belajar mengorganisasi kegiatan bersama-sama, yaitu membagi pekerjaan dan mengkoordinisasi pekerjaan dengan mengikuti tata tertib sebagai hasil kesepakatan mereka. Mereka belajar membagi peranan dan melakukan peranan tersebut. Mereka belajar bertindak atas nama kelompok yang kompak, yaitu setiap anggota merasa memiliki komitmen terhadap kelompoknya. Mereka merasa "In Group" yaitu mengembangkan "ke-kitaan bukan  ke-kamian". Dengan demikian akan merasa bangga sebagai suatu kelompok yang terorganisasi secara baik, dibandingkan berbuat sendiri-sendiri.
Kelompok pelaku utama adalah kumpulan pelaku utama yang mempunyai hubungan atau interaksi yang nyata, mempunyai daya tahan dan struktur tertentu, berpartisipasi bersama dalam suatu kegiatan. Hal ini tidak  akan dapat terwujud tanpa adanya kesatuan kelompok tersebut.
Pelaku utama diharapkan dapat  mandiri dalam arti mampu merumuskan masalah, mengambil keputusan, merencanakan, melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Tumbuhnya kemandirian tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui kelompok.
Pengembangan kelompok diarahkan pada peningkatan kemampuan kelompok dalam melaksanakan fungsinya, peningkatan kemampuan para anggota dalam mengembangkan usaha perikanan, penguatan kelompok menjadi organisasi kelompok yang kuat dan mandiri.
Ciri-ciri Kelompok yang sudah kuat dan mandiri antara lain:
1.   Adanya pertemuan/rapat anggota dan  pengurus yang diselenggarakan secara berkala dan berkesinambungan.
2.   Disusunnya rencana kerja kelompok secara bersama dan dilaksanan oleh para pelaksana sesuai dengan kesepakatan bersama dan setiap akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipatif.
3.   Memiliki aturan/norma yang disepakati dan ditaati bersama.
4.   Memiliki pencatatan/pengadministrasian organisasi yang lengkap.
5.   Memfasilitasi kegiatan-kegiatan usaha bersama disektor hulu dan hilir.
6.   Memfasilitasi usaha secara komersial dan berorientasi pasar.
7.   Sebagai sumber serta pelayanan informasi dan teknologi untuk usaha para pelaku utama umumnya anggota kelompok.
8.   Adanya jalinan kerjasama antara kelompok dengan pihak lain.
9.   Adanya pemupukan modal usaha yang baik iuran dari anggota atau penyisihan hasil usaha/kegiatan kelompok.
Bila semua anggota kelompok secara sadar sepakat untuk mengikuti anjuran dan merasakan manfaat dari kegiatan berkelompok, maka langkah selanjutnya adalah berupa bimbingan-bimbingan. Bimbingan tersebut terus dilakukan secara berkala melalui upaya pembinaan yang terus menerus. Pembinaan kepada para sasaran/pelaku utama dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati bersama. Pembinaan tidak semata-mata  hanya dilakukan oleh penyuluh perikanan/pendamping saja, melainkan harus ada dukungan yang kuat dari instansi terkait lainnya, karena dalam proses pembinaan sering ditemui permasalahan yang dihadapi di lapangan dan harus melibatkan institusi lain.
Pengembangan kelompok pelaku utama diarahkan pada peningkatan kemampuan setiap kelompok pelaku utama dalam melaksanakan fungsinya, peningkatan kemampuan para anggota dalam mengembangkan usahanya, penguatan kelompok pelaku utama menjadi organisasi yang kuat dan mandiri. Kegiatan ini dalam proses penyuluhan perikanan sering disebut dengan Pembinaan Manajerial Kelompok.
Beberapa langkah-langkah sederhana, urgen dan efektif dalam pembinaan manajerial kelompok, adalah:
1.      Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
2.      Pembuatan papan nama dan struktur organisasi kelompok
3.      Penyusunan buku administrasi kelompok
4.      Pengorganisasian kelompok
5.      Permodalan kelompok
6.      Pengelolaan pinjaman ke anggota kelompok
7.      Pemeriksaaan keuangan kelompok
8.      Pengelolaan kesehatan keuangan kelompok



Sumber:


Anonimous, 2006. Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Nomor 16 Tahun 2006.
Anonimous, 2007. Modul Pelatihan Kelompok. Program Pengembangan Kecamatan, Regional Management Unit Wilayah - VII Jawa Timur.
http://komunitaspenyuluhperikanan.blogspot.com
Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Pranoto, J dan Suprapti, W. 2006. Membangun Kerjasama Tim (Team Building).Lembaga Administrasi Negara – Republik Indonesia, Jakarta.

Rabu, 12 Desember 2018

KESEHATAN KEUANGAN KELOMPOK

1.1. Pengertian
Pemeriksaan kesehatan keuangan kelompok adalah alat untuk melihat makna hubungan dari berbagai posisi keuangan kelompok, serta merupakan hasil dari pencerminan pengelolaan keuangannya sekaligus sebagai alat kendali.

1.2. Manfaat Pemeriksaan
·      Memperoleh informasi kondisi keuangan kelompok.
·      Mengetahui mutu hasil kerja pengurus.
·      Mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam pengelolaan keuangan.
·      Mengendalikan agar sesuai dengan tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan (dalam AD/ART).

1.3. Posisi-posisi Penting yang harus Diperiksa
·      Tingkat tunggakan
·      Tingkat pertumbuhan kekayaan
·      Tingkat pertumbuhan modal sendiri
·      Tingkat utang
·      Tingkat penggunaan dana produktif
·      Tingkat hasil usaha
·      Tingkat perputaran dana
·      Tingkat ketangguhan menanggung resiko
·      Tingkat kehematan biaya (efisiensi)
·      Tingkat pemerataan pinjaman

1.4. Cara Memeriksa Posisi-posisi Penting 
a)   Tingkat tunggakan =    jumlah tunggakan    x 100%
   jumlah sisa pinjaman
              Posisi ideal : kurang dari 3%

b)   Tingkat pertumbuhan kekayaan

=  Jumlah kekayaan th. Ini – juml kekayaan th. Lalu    x 100%
                         jumlah kekayaan th. Lalu

         Posisi ideal : semakin besar semakin baik


c)   Tingkat pertumbuhan modal sendiri

=   juml SP + SW + SS + Cad th ini – juml SP + SW + SS + Cad th lalu       x 100%
                                  juml SP + SW + SS + Cad th. Lalu

     Posisi ideal : semakin besar semakin baik


d)   Tingkat utang  =          jumlah utang             x  100%
                                            jumlah modal sendiri

                 Posisi ideal : semakin kecil semakin baik


e)   Tingkat penggunaan dana produktif  

=  Bagian kekayaan yang menghasilkan (piutang, deposito, investasi)   x 100%
                                                      jumlah kekayaan

                      Posisi ideal : di atas 85%
                      Dana tidak produktif seperti uang kas, inventaris

f)    Tingkat hasil usaha    

=     Juml pendapatan hingga akhir tahun ini     x  100%
Rata-rata kekayaan yang produktif
           
Posisi ideal : lebih besar dibanding bunga deposito rata-rata.

Rata-rata kekayaan produktif
= (juml kekayaan produktif di awal tahun + juml kekayaan produktif di akhir tahun) : 2


g)   Tingkat perputaran dana

=  Juml pinjaman yang dicairkan selama setahun    x 100%
                 rata-rata juml kekayaan

                        Posisi ideal : semakin besar semakin baik.
           
Rata-rata jumlah kekayaan
= (juml kekayaan di awal tahun + juml kekayaan di akhir tahun) : 2


h)   Tingkat ketangguhan menanggung resiko

               =  Juml dana cadangan + SP + SW       x 100%
                            juml nominal tunggakan

Posisi ideal lebih dari 100 %


i)     Tingkat efisiensi biaya  =

 =     Juml biaya selama satu tahun                x 100%
     juml pendapatan selama satu tahun

Posisi ideal kurang dari 75%


j)     Tingkat pemerataan pinjaman  =

                      =  Juml peminjam yang masih mempunyai saldo pinjaman x 100%
                                                          jumlah anggota

Posisi ideal : lebih dari 65%.



SUMBER:


Anonimous, 2006. Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Nomor 16 Tahun 2006.
Anonimous, 2007. Modul Pelatihan Kelompok. Program Pengembangan Kecamatan, Regional Management Unit Wilayah - VII Jawa Timur.
http://komunitaspenyuluhperikanan.blogspot.com
Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Pranoto, J dan Suprapti, W. 2006. Membangun Kerjasama Tim (Team Building). Lembaga Administrasi Negara – Republik Indonesia, Jakarta.
Razi F dan Purnama R, 2010. Modul Teknik Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok. Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Minggu, 09 Desember 2018

PERAWATAN LARVA IKAN ARWANA

PERAWATAN LARVA
Larva yang baru dipanen ditempatkan di akuarium bervolume air 100 liter. Kepadatan 10-15 ekor larva per akuarium. Pakan belum diberikan karena di kantung perut masih menempel kuning telur (yolksak) sebagai sumber nutrisi. Perhatikan kesehatan larva dan kualitas air. Itu untuk menjamin daya hidup (survival rate) hingga 75-90%. Gunakan air tanah untuk pemeliharaan larva. Saring dan endapkan lebih dahulu sebelum di gunakan. Kadar besi maksimal 0,4 ppm, suhu air 28oC, dan pH 6,5-7. Perubahan suhu dan pH secara mendadak menyebabkan kematian larva. Pemasangan heater selama1x24 jam dan lampu akuarium menjaga suhu tetap stabil. Untuk menjaga pH stabil sebaiknya ganti air secara teratur dan kontinu 3 x sehari. Caranya, sedot air akuarium dan kotoran yang mengendap. Saat tinggi air sekitar2-3 cm air baru dimasukkan ke akuarium, tetapi penyedot tetap dilakukan hingga semua kotoran terbuang. Kebutuhan oksigen dipenuhi dengan memasang aerator. Pakan baru diberikan setelah kuning telur habis dikonsumsi larva. Saat itu larva 1,5 bulan dengan panjang 7-8 cm. jenis pakan untuk larva berupa udang atau ikan kecil berukuran 1-2 cm. pakan diberikan sedikit demi sedikit hingga larva menolak makan. Arwana siap jual jika ukuran mencapai ukuran 12 cm, atau 2 bulan setelah panen. Sesuai peraturan CITES arwana harus dipasangi mikrocip sebelum diperdangangkan. Ini sebagai tanda arwana hasil tangkaran.

MEMILIH ARWANA YANG BAIK
Secara umum, ciri-ciri arwana yang baik dapat dilihat dari gerakan, bentuk badan,kepala ekor dan sisik.
a)   Gerakan. Arwana yang sehat gerakannya lincah,selalu berenang menjelajahi seluruh ruang akuarium, dan gesit menyambar makanan yang diberikan.
b)   Ciri fisik. Beberapa ciri fisik sebagai berikut:
o  Bentuk badan yang baik adalah punggung memanjang dan lurus, tidak bengkok, tidak bungkuk atau berpunuk, dan berkesan kekar. Tidak ada bagian tubuh yang cacat atau luka, dan berwarna cerah.
o  Arwana yang bagus bermulut lebar, letaknya di atas moncong. Rahang bawah lebih panjang dan tidak putus. Pada dagunya terdapat dua buah sungut yang panjang dan tidak putus. Pasalnya sungut yang sudah putus tidak dapat tumbuh lagi sehingga menjadi cacat permanen.
o  Mata arwana yang baik adalah bulat dan besar. Tidak melotot atau menonjol keatas dan kebawah (juling), tidak buta. Insang normal, tutupnya keras dan rapat, dan tidak melengkung keluar.
o  Ekor dan sisik. Arwana yang bagus memiliki bentuk ekor lebar dan bulat seperti kipas. Hindari memilih arwana yang ekornya memiliki bintik-bintik putih. Pilih yang permukaanya mengilap dan tidak memproduksi lendir yang terlalu banyak.
o  Bentuk kepala arwana. Pilih yang tutup insangnya keras dan rapat, matanya tidak juling, rahang kokoh, mulut lebar dan sungutnya masih utuh.
o  Sisik yang prima. Tersusun rapi, tidak kasar, mengilap, dan tidak luka atau mengelupas.
o  Arwana berkualitas tinggi memiliki bentuk ekor yang lebar dan bulat mirip kipas. Pilih yang ekornya masih mulus, tidak ada bekas gigitan, dan tidak berbintik-bintik putih.

MEMPERSIAPKAN AKUARIUM DAN KOLAM
Perlengkapan akuarium atau kolam yang memadai menjadi syarat penting dalam mendukung cara pemeliharaan yang baik.
Akuarium dan perlengkapannya
-          Untuk arwana kecil yang berukuran sekitar 10 cm perlu disiapkan akuarium berukuran 70 x 35 x 35 cm dengan tebal kaca 5 mm. Pasang lampu penerang dengan daya 20 watt dan filter air Dymen 600.
-          Untuk arwana yang berukuran besar dapat digunakan akuarium berukuran 220 x 85 x85 cm dengan tebal dinding kaca 12-15 mm. Pasang lampu penerang dengan daya 120 watt. Lengkapi dengan filter Eheim 2034.
-          Peralatan pokok dalam akuarium :
a.   Aerator Aerator atau vibrator gunanya untuk memasok oksigen dalam akuarium dan mengusir karbondioksida.
b.   Filter Filter yang sering dipasang untuk akuarium arwana yaitu filter temple yang portable atau filter gantung yang dipasang pada bagian atas akuarium.
c.    Lampu Lampu akuarium biasanya dipasang pada penutup akuarium, sehingga tersembunyi dan hanya pantulannya saja yang kelihatan menerangi arwana.
d.   Thermometer Thermometer dipakai untuk mengetahui suhu air akuarium.
e.   Heater dan thermostat Alat pemanas yang sering dipakai untuk menaikan suhu air adalah heater dan thermostat.Alat ini sangat penting, bukan saja untuk menaikan suhu hingga berada pada kisaran yang optimum, namun juga untuk mencegah agar suhu senantiasa stabil.
f.     Kertas pH dan alat pengukur pH lainnya Kertas pH dibutuhkan untuk mengetahui keasaman dari air akuarium, karena arwana membutuhkan air yang sedikit asam sampai netral.Untukmenetahui cocok tidaknya keasaman air itu bisa dipakai kertas lakmus dan alat pengukur pH lainya, seperti pH tester.
g.   Alat –alat lainnya Alat lainnya yang dibutuhkan dalam perawatan arwana misalnya selang plastic penyifon, ember plastic untuk menampung dan membuang kotoran, batu apung pembersih kaca, kain lap, dan lainya.

KOLAM DAN PERLENGKAPANNYA
Kolam arowana harus memenuhi persyaratan fisik dan higienis sebagai berikut :
o  Dasar dan dinding kolam harus kedap air dan kuat menahan air.
o  Kolam harus mudah diisi air dan mudah dikeringkan dalam waktu singkat.
o  Luas kolam antara 50-1.000 m2
o  Bentuk kolam sebaiknya empat persegi panjang.
o  Dasar kolam dibuat miring, sekitar 20-30 derajat kearah saluran keluar.
o  Buat kedalaman kolam antara 1-2 meter.
o  Buat tempat pemasukan dan pengeluaran air, misalkan berupa pipa paralon yang dapat diputar. Persyaratan fisik kolam sangat menentukan keberhasilan budidaya.
o  Buat kontruksi kolam yang memungkinkan untuk membersihkan kolam.
o  Kolam pemijahan sekaligus sebagai kolam penetasan dapat berupa kolam tanah atau kolam tembok.
o  Proses pendederan dapat dilakukan di akuarium.

JENIS PAKAN
Aspek pakan yang perlu diperhatikan tidak hanya menyangkut jenis dan jumlah pakan, tetapi juga tehnik pemberiannya.Makanan yang masih hidup lebih disukai arwana. Berikut ini disajikan berbagai jenis makanan arwana :
1. Kelelabang (Scolopedra subspinipes) Kelelabang alias lipan adalah makanan yang paling digemari oleh ikan arwana. Kelelebang tidak menularkan penyakit sehingga lebih aman jika diberikan.
2. Katak (Rana cancrivora) Katak yang sering diberikan kepada arwana adalah jenis katak sawah (Ranacancrivora) yang ukuran tubuhnya masih kecil alias anakan.
3. Kadal (Mabouya multifasciata) Yang dipakai sebagai umpan arwana adalah kadal anakan atau yang ukuran tubuhnya masih kecil, kira-kira seukuran jari kelingking sampai jari.Jika diukur dari kepala hingga ujung ekor, panjang antara 5-40 cm.
4. Jangrik (Teleogryllus testaceus) Ada tiga jenis jangrik yang bisa dimanfaatkan untuk makanan arwana, yakni jangrik besar atau gangsir (Brachytrypesportentosus), jangrik hitam (Gryllus bimaculatus),dan jangrik coklat (Teleogryllus testaceus).
5. Ikan Hidup Benih atau ikan berukuran kecil yang sering diberikan antara lain ikan mas (Cyprinus carpio), guppy (Poecilia reticulate), molly (Poecilia mollinesia), atau ikan sepat (Tricbogaster pectoralis)

PERAWATAN RUTIN
§  Pemeriksaan suhu air Pemeriksaan suhu air dalam akuarium arwana harus dilakukan setiap hari.Apabila ternyata suhu air terlalu dingin maka perlu dipasang heater.
§  Pemeriksaan pH air Arwana biasanya menghendaki air dengan pH netral atau sedikit asam.untuk mengecek pH air cukup dilakukan 1 minggu sekali.Untuk mengetahui pH air akuarium secara tepat bisa dipakai alat pH tester atau soil tester.

Sumber :
Suharyadi, 2011. Budidaya Ikan Arwana. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Nomor: 007/TAK/BPSDMKP/2011. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan BPSDMKP.

PUSTAKA:
Effendi,I. 2004. Pengantar Akuakultur. PT Penebar Swadaya. Depok
Emiliana, 2003. Arwna si Ikan Naga. Agromedia pustaka. Jakarta
Budi,E.K. 2009. Ensiklopedia popular ikan air tawar. Lily publisher. Yogyakarta
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. budidaya perikanan arwana merah. Diambil pada tanggal 20 november 2011 dari http://www.warintekjogja.com/warintek/ warintekjogja/warintek_v3/datadigital /bk/arwana.pdf
Susanto, H. 2001. Arwana. Penebar swadaya. Jakarta.
Trubus. 2002. Panduan praktis tangkarkan arwana kualitas ekspor. Majalah trubus. Jakarta